Pengurus Besar Akuatik Indonesia menerapkan strategi pembinaan talenta dua arah melalui pemantauan atlet diaspora serta pengiriman atlet nasional lewat skema student-athlete di Amerika Serikat.
Hal Ini bertujuan memanfaatkan ekosistem olahraga dan pendidikan luar negeri untuk meningkatkan pencapaian prestasi akuatik tingkat dunia.
Pemantauan atlet diaspora menyasar talenta usia muda dengan mempertimbangkan rekam jejak prestasi serta potensi jangka panjang secara berkelanjutan. Kawasan California menjadi salah satu wilayah pemantauan utama mengingat besarnya basis komunitas Indonesia dan baiknya fasilitas pembinaan akuatik di wilayah tersebut.
PB Akuatik telah memonitor sejumlah atlet diaspora selama dua tahun terakhir untuk memantau kemajuan grafik prestasi secara berkala. Di sisi lain, skema student-athlete membuka kesempatan bagi perenang nasional untuk menempuh pendidikan formal sekaligus menjalani pemusatan latihan di Amerika Serikat.
Sistem student-athlete memberikan kepastian iklim kompetisi terintegrasi dari jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Sebanyak lima atlet nasional berhasil diberangkatkan ke Amerika Serikat tahun ini dengan mengantongi dukungan beasiswa berbasis jalur prestasi olahraga maupun akademik.
"Programnya berjalan dua arah. Kami mencari talenta diaspora yang potensial, tetapi pada saat yang sama juga memberikan kesempatan kepada atlet Indonesia untuk berkembang melalui sistem pendidikan dan olahraga di Amerika Serikat," kata Wakil Ketua Umum I PB Akuatik Indonesia Wisnu Wardhana.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


