Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul menyepakati penguatan kerja sama pertahanan dan keamanan dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8). Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya kedua negara menjaga stabilitas kawasan di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang di Asia Tenggara.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya meningkatkan intensitas kerja sama militer, terutama melalui lebih banyak latihan bersama dan pertukaran personel. Menurutnya, langkah itu akan memperkuat kapasitas, profesionalisme, sekaligus hubungan strategis antara angkatan bersenjata Indonesia dan Tailan.
"Kita harus meningkatkan jumlah dan tingkat pelatihan bersama antara kedua angkatan pertahanan. Kita juga harus meningkatkan pertukaran perwira dalam pelatihan dan pendidikan," ujar Prabowo.
Menanggapi hal itu, PM Anutin menyatakan Tailan siap memperluas kolaborasi di sektor industri pertahanan. Salah satu bentuk kerja sama yang ditawarkan adalah penyediaan 36 kendaraan lapis baja amfibi beroda (AWAV) untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Kendaraan tersebut saat ini telah digunakan oleh Korps Marinir Kerajaan Tailan.
Anutin juga menyampaikan apresiasi atas peluang yang diberikan Indonesia untuk memanfaatkan produk industri pertahanan Tailan. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Selain itu, Tailan mengundang perwakilan Indonesia untuk menghadiri pameran pertahanan dan keamanan yang akan digelar pada November tahun depan. Ajang tersebut diharapkan menjadi ruang bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis serta menjajaki kerja sama baru di bidang pertahanan dan keamanan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


