Ratusan utusan organisasi guru dari 35 negara menghadiri Konferensi Regional ke-10 Education International Asia-Pacific di Jakarta Pusat pada Selasa hingga Kamis, 13-15 Oktober 2026. Pertemuan yang digelar di Hotel Shangri-La ini membahas penguatan peran pendidik di tengah perubahan teknologi pembelajaran.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan krusialnya dukungan penuh terhadap profesi pendidik di kawasan Asia-Pasifik. Menurutnya, perbaikan kualitas pembelajaran harus sejalan dengan penguatan kapasitas organisasi keguruan. Pihaknya pun menyatakan keterbukaan untuk memperkuat kerja sama dengan para pemangku kepentingan pendidikan.
Pramono turut mengapresiasi PGRI sebagai tuan rumah yang aktif memperjuangkan profesi guru.
"Tema konferensi ini juga menegaskan pentingnya peran organisasi guru dalam membentuk masa depan pendidikan di kawasan Asia-Pasifik," ujar Pramono.
"Seiring dengan dunia yang terus berubah, kita harus memastikan setiap guru mendapatkan dukungan penuh untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu," tambahnya.
Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, berharap pertemuan ini mampu memperkokoh kolaborasi antarorganisasi.
"Saya berharap hari-hari ini akan memberikan kita kesempatan yang berharga untuk bertukar pikiran, memperkuat solidaritas, dan membangun kerja sama yang lebih kuat demi masa depan pendidikan dan profesi keguruan," tuturnya.
Sementara itu, Chairperson EIAP Regional Committee Tsukasa Takimoto mengajak organisasi guru memperkuat kelembagaan yang demokratis. Upaya tersebut diperlukan guna mengantisipasi pesatnya perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Forum ini diharapkan melahirkan gagasan transformatif bagi kemajuan pendidikan kawasan.
"Mari kita bersama-sama mendorong pengorganisasian untuk memperkuat kekuatan organisasi, dan dengan kekuatan itu, mari kita bentuk masa depan pendidikan di kawasan Asia-Pasifik. Saya berharap dari lubuk hati yang paling dalam agar Konferensi Regional EIAP ke-10 ini membuahkan banyak hasil, penuh inspirasi, dan berakhir dengan sukses,” ujarnya.


