Pemerintah secara resmi mengalokasikan anggaran stimulus sebesar Rp12,83 triliun untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Paket kebijakan ini dirancang untuk memacu pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini melalui berbagai insentif di sektor transportasi dan bantuan sosial. Dana tersebut mencakup alokasi sebesar Rp200 miliar untuk diskon biaya perjalanan serta Rp12 triliun yang dialokasikan khusus bagi penyaluran bansos berupa beras dan minyak goreng.
Salah satu poin utama dalam paket ini adalah pemotongan harga tiket pesawat kelas ekonomi untuk penerbangan domestik hingga 16 persen melalui skema Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP)
Selain itu, pengelola bandara akan memberikan diskon layanan airport tax sebesar 50 persen serta penyediaan avtur dengan harga khusus. Sektor transportasi lainnya pun turut mendapat insentif, di mana tiket kereta api dan kapal laut akan dipotong hingga 30 persen, sementara tarif jalan tol mendapatkan diskon sebesar 20 persen selama periode mudik.
“Targetnya adalah menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena pertumbuhan kuartal I sangat penting bagi performa setahun penuh. Namun, perlu dicatat bahwa tahun ini tidak ada lagi diskon tarif listrik sebagaimana periode sebelumnya,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Guna mendukung kelancaran mobilitas dan mengurangi kepadatan arus mudik, pemerintah juga tengah menyusun regulasi terkait kebijakan work from anywhere (WFA). Aturan ini sedang difinalisasi oleh Kementerian PANRB bersama Kementerian Ketenakerjaan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


