Dr. Aulia Ardhi, dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Universitas Gadjah Mada, meraih penghargaan bergengsi Förderungspreis für Chemie 2025 dari Die Österreichische Chemische Gesellschaft (GÖCH) di Wina, Austria
Penghargaan ini diberikan atas kontribusi signifikannya dalam mengembangkan sistem Nanostructured Lipid Carriers (NLC) berbasis lipida berukuran nano. Inovasi ini bertujuan mengatasi kelemahan senyawa bioaktif pada minyak jintan hitam, seperti timokuinon, yang selama ini sangat rentan terdegradasi oleh cahaya, panas, dan oksigen.
Penelitian Ardhi berhasil menciptakan sistem penghantaran dengan ukuran partikel di bawah 100 nm yang mengombinasikan gliseril monostearat dan minyak jintan hitam.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa teknologi NLC mampu memperlambat proses degradasi timokuinon hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan emulsi konvensional.
Selain meningkatkan stabilitas oksidatif, sistem ini tetap jernih dan stabil saat diaplikasikan pada produk minuman kompleks, termasuk jus apel berkarbonasi, selama 28 hari penyimpanan.
"Teknologi ini adalah jembatan antara sains dasar dan aplikasi nyata. Dengan pendekatan kimia dan teknologi lipida yang presisi, bahan bioaktif alami dapat dihantarkan secara lebih stabil dan efektif tanpa kehilangan karakter alaminya," ujar Dr. Aulia Ardhi.
Inovasi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi industri nutraseutikal dan minuman fungsional, terutama dalam mengoptimalkan pemanfaatan herbal lokal Asia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penggunaan beta karoten dalam formulasi ini juga terbukti memberikan perlindungan tambahan terhadap kerusakan fotooksidatif.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


