Dosen Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Nikken Prima Puspita mengaplikasikan teori aljabar untuk memperkuat sistem keamanan siber. Langkah ini ditempuh sebagai jawaban atas persoalan kebocoran data digital yang kerap terjadi.
Nikken mengembangkan aplikasi pengaman bernama Kriptografi Hill Cipher Modulo 95. Sistem ini memanfaatkan operasi matriks dan vektor matematika untuk menyandikan pesan teks secara acak.
Sistem pengkodean data modern ini melibatkan 95 karakter yang mencakup huruf, angka, hingga berbagai tanda baca. Penerapan algoritma tersebut memperluas cakupan kriptografi klasik yang sebelumnya hanya menampung 26 karakter abjad Romawi.
Nikken berkolaborasi dengan ahli informatika Universitas Diponegoro Nurdin Bahtiar dalam merancang perangkat lunak tersebut. Hasil kerja sama riset ini berhasil memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Proses pengamanan data dalam aplikasi membutuhkan kunci rahasia berupa matriks khusus berukuran dua kali dua. Pengguna harus melewati tahapan enkripsi untuk mengacak teks serta proses dekripsi untuk mengembalikan pesan ke bentuk semula.
Inovasi teknologi ini membuktikan peranan ilmu aljabar matematika dalam melindungi kerahasiaan informasi di ruang digital. Penguatan sistem keamanan siber diharapkan mampu mencegah aksi penyadapan data secara ilegal.
"Kriptosistem ini diperumum menjadi Kriptografi Hill Cipher Modulo 95," kata Nikken Prima Puspita.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


