Nilai hubungan dagang antara Indonesia dan Meksiko menunjukkan capaian positif dengan total volume transaksi menembus angka 4,6 miliar dolar AS. Berdasarkan neraca perdagangan bilateral tersebut, posisi Indonesia mencatatkan surplus yang signifikan hingga menyentuh sebesar 2,8 miliar dolar AS.
Kondisi ini berpeluang tumbuh lebih besar berkat posisi strategis Meksiko yang tengah melakukan negosiasi perdagangan intensif dengan Amerika Serikat serta kepemilikan akses pasar bebas bersama Kanada.
Pemanfaatan jalur logistik di kawasan ini dapat dijadikan jembatan utama untuk memperluas distribusi produk manufaktur domestik menuju zona Amerika Utara, Amerika Tengah, hingga Amerika Selatan.
“Meksiko ini bisa menjadi pintu gerbang perdagangan produk-produk Indonesia ke negara-negara di kawasan Amerika utara, Amerika tengah, maupun Amerika selatan,” ujar Duta Besar RI untuk Republik Meksiko Serikat, Toferry Primanda Soetikno, di Mexico City.
Sejumlah komoditas ekspor non-migas nasional seperti olahan kayu, barang plastik, serta alat kesehatan dilaporkan mengalami lonjakan permintaan yang tinggi dari para pelaku usaha setempat.
Tren positif ini dipicu oleh perubahan lanskap geopolitik dunia yang mendorong para pebisnis Amerika Latin berburu alternatif mitra penyuplai baru di luar wilayah kemitraan tradisional mereka.
Sektor industri otomotif turut menempatkan Meksiko sebagai target pasar ekspor terbesar ketiga untuk unit kendaraan roda empat buatan pabrikan Indonesia. Selain penguatan penetrasi produk fisik, sektor pariwisata nasional dikembangkan secara pararel lewat pembukaan Pusat Kebudayaan Indonesia serta pelaksanaan rangkaian festival seni guna menarik minat kunjungan para pelancong mancanegara.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


