Banyak orang yang sudah hafal bentuk-bentuk Aksara Murda di luar kepala, tetapi justru sering kebingungan dan keliru saat harus merangkainya ke dalam sebuah kalimat utuh. Sekadar mengenali rupa hurufnya nyatanya baru separuh jalan dalam menguasai Aksara Jawa. Tanpa memahami tata cara penerapannya penulisanya justru akan menyalahi kaidah.
Padahal, aturan tata tulis dalam Hanacaraka ini bukanlah menyusun dan menghafalkan lekuk tiap aksara. Aturan penulisan Aksara Jawa khususnya Aksara Murda ini memiliki aturan khusus. Untuk menghindari kekeliruan yang kerap berulang, Kawan GNFI perlu memahami cara penulisan Aksara Murda berikut ini.
Apa yang Perlu Dipahami sebelum Menulis Aksara Murda?
Sebelum menggoreskan pena, Kawan GNFI perlu memahami bahwa jumlah aksara ini terbatas, yaitu hanya terdiri dari 8 karakter khusus. Dikutip dari Buku Pedoman Penulisan Aksara Jawa aksara murda difungsikan sebagai bentuk penghormatan untuk menuliskan nama tokoh, gelar, jabatan, atau nama wilayah.
Berikut adalah 8 Aksara Murda beserta bentuk pasangan dalam Aksara Jawa:
- Na (ꦟ) — Pasangan:
◌꧀ꦟ - Ka (ꦑ) — Pasangan:
◌꧀ꦑ - Ta (ꦡ) — Pasangan:
◌꧀ꦡ - Sa (ꦯ) — Pasangan:
◌꧀ꦯ - Pa (ꦵ) — Pasangan:
◌꧀ꦵ - Nya (ꦘ) — Pasangan:
◌꧀ꦘ - Ga (ꦓ) — Pasangan:
◌꧀ꦓ - Ba (ꦨ) — Pasangan:
◌꧀ꦨ
Berbeda dari huruf kapital Latin yang selalu berada di huruf paling depan, Aksara Murda tidak harus terletak di suku kata pertama.
Jika huruf depan suatu nama tidak punya bentuk Murda, Kawan GNFI tinggal menggesernya ke suku kata berikutnya yang memiliki bentuk Murda.
Cara Penulisan Aksara Murda yang Sesuai Kaidah
Berbeda dengan huruf kapital pada alfabet Latin yang selalu ditempatkan di awal kata atau awal kalimat, penerapan aksara ini dalam sistem Hanacaraka memiliki aturan khusus yang jauh lebih fleksibel namun tetap terikat pada Pedoman Penulisan Aksara Jawa.
Agar Anda dapat menerapkannya dengan tepat, berikut adalah cara menulis aksara murda.
1. Digunakan Khusus untuk Nama Diri, Gelar, dan Wilayah
Aksara Murda hanya dipakai ketika Anda menuliskan unsur nama kehormatan, seperti nama orang, gelar, nama lembaga, hingga nama geografis atau tempat dalam Bahasa Jawa.
- Menulis nama tokoh seperti Diponegoro, Gajah Mada, atau nama kota seperti Surakarta.
2. Cukup Ditulis Satu Karakter per Kata
Salah satu aturan yang paling mendasar adalah prinsip "satu kata, satu Aksara Murda". Anda tidak perlu mengubah semua suku kata yang memiliki varian murda dalam satu nama.
Dalam sebuah nama yang memiliki beberapa fonem murda, Kawan GNFI cukup menuliskan satu aksara murda saja pada kata tersebut untuk menandai statusnya sebagai nama diri.
3. Prioritas Suku Kata Pertama (Prioritas Depan)
Penulisan diawali dengan mencari apakah suku kata pertama dari nama tersebut memiliki bentuk murda. Jika suku kata pertama tidak memiliki varian murda, barulah pencarian digeser ke suku kata kedua, dan seterusnya.
- Contoh: Pada nama Mangkunegara, suku kata pertama Mang (Ma) tidak memiliki bentuk murda. Oleh karena itu, aturan bergeser ke suku kata kedua yaitu ku (Ka), sehingga aksara Ka (ꦑ) yang diubah menjadi Aksara Murda.
4. Dapat Menggunakan Sandhangan dan Pasangan
Aksara Murda berkedudukan sama dengan aksara legena (aksara dasar) dalam Aksara Jawa. Karakter ini dapat diberi sandhangan swara (seperti wulu, suku, taling), sandhangan panyigeg, maupun ditempeli bentuk pasangan jika berada di tengah mati.
Kesalahan Penulisan Aksara Murda yang Sering Terjadi
Kekeliruan yang kerap terjadi di kalangan pembelajar adalah mengubah seluruh huruf dalam satu kata menjadi bentuk murda. Selain itu, banyak orang memaksa menuliskan karakter ini pada awal kalimat, padahal tidak semua fonem awal memiliki pasangan bentuk murda yang sesuai kaidah tata tulis.
Penerapan aturan tata tulis secara cermat sangat penting untuk menjaga autentisitas kebahasaan. Dengan mematuhi aturan baku, Kawan GNFI tidak hanya menyajikan literasi budaya yang akurat, tetapi juga memperkuat presensi konten berkualitas di era digital saat ini secara berkelanjutan.
Referensi:
e-book Pedoman Penulisan Aksara Jawa: https://luk.staff.ugm.ac.id/bahasa/Jawa/1996-PedomanPenulisanAksaraJawa.pdf
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


