Neraca Perdagangan Indonesia mencatat kinerja positif dengan surlus sebesar 3,32 miliar dolar AS pada periode Maret 2026. Hal surplus perdagangan nasional selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Realisasi surplus pada Maret ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian pada Februari 2026 yang berada di angka 1,27 miliar dolar AS. Penguatan ini dipicu oleh kinerja ekspor nonmigas serta peningkatan aktivitas impor.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa nilai ekspor pada Maret 2026 menyentuh angka 22,53 miliar dolar AS. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 3,10 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year).
Penurunan terjadi pada kelompok lemak dan minyak nabati sebesar 27,02 persen, kakao dan olahannya sebesar 50,89 persen, serta kopi, teh, dan rempah-rempah yang turun 54,69 persen.
Di sisi lain, total nilai impor pada Maret 2026 tercatat mencapai 19,21 miliar dolar AS atau tumbuh sebesar 1,51 persen secara tahunan. Peningkatan aktivitas impor ini didorong oleh sektor nonmigas yang menyumbang andil pertumbuhan sebesar 1,29 persen.
Surplus perdagangan yang terjadi pada Maret ini lebih ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yang menyentuh angka 5,21 miliar dolar AS. Komoditas penyumbang surplus terbesar meliputi produk lemak dan minyak hewani nabati, bahan bakar mineral, serta produk besi dan baja.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


