Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan Tes Tahap II Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda Baru secara serentak di 43 lokasi di seluruh Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/4) ini diikuti oleh 1.334 peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi tahap pertama dari total pendaftar sebanyak 1.478 orang.
Materi ujian pada fase ini meliputi Tes Potensi Akademik (TPA) serta tes bidang studi yang mencakup Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris guna menyaring bibit unggul secara nasional.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan bahwa pendirian Sekolah Garuda merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun SDM berkualitas sebagai pilar kemajuan bangsa.
Sekolah ini dirancang khusus untuk memfasilitasi talenta muda di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan standar kurikulum internasional.
"Seluruh siswa Sekolah Garuda akan dibiayai penuh melalui beasiswa negara. Akses terhadap pendidikan unggul ditentukan oleh potensi dan prestasi, bukan latar belakang ekonomi," ujar Brian, Jumat (17/4).
Selain fokus pada aspek akademik, SMA Unggul Garuda Baru juga menitikberatkan pada pembentukan karakter, daya pikir kritis, serta wawasan global para peserta didiknya.
Penyediaan fasilitas pembelajaran modern dan tenaga kependidikan terbaik menjadi prioritas guna menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi pemimpin masa depan.
Hasil dari tes tahap II ini nantinya akan menjadi dasar penentuan bagi calon siswa yang berhak mengenakan seragam SMA Garuda untuk tahun ajaran 2026/2027 mendatang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


