PT Pegadaian (Persero) mengelola sekitar 153 ton emas secara nasional. Jumlah tersebut memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pelopor pembentukan Bullion Bank atau Bank Emas pertama di Indonesia.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2 Maryono mengatakan, pengelolaan emas dalam jumlah besar menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat dan institusi terhadap Pegadaian.
“Pegadaian sebagai salah satu pelopor pembentukan Bullion Bank (Bank Emas) pertama di Indonesia,” kata Maryono dalam Media Gathering di Jakarta, Sabtu.
Menurutnya, Pegadaian memiliki kesiapan infrastruktur untuk mendukung operasional Bank Emas. Salah satunya terlihat dari portofolio bisnis perusahaan yang selama ini berkaitan erat dengan emas. Lebih dari 90 persen agunan gadai di Pegadaian juga berupa emas.
Kesiapan tersebut didukung jaringan ruang penyimpanan emas atau vault dengan standar keamanan internasional. Pegadaian juga telah memiliki berbagai layanan yang dapat mendukung ekosistem Bank Emas.
Portofolio Bullion Services Pegadaian mencakup deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, hingga perdagangan emas.
Maryono mengatakan, perusahaan berkomitmen mendukung inklusi keuangan berbasis emas. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting agar semakin banyak orang memahami layanan dan produk investasi emas.
“Sinergi dan kolaborasi dengan awak media merupakan kunci utama bagi Pegadaian dalam menyampaikan edukasi literasi keuangan secara tepat dan akurat kepada masyarakat,” ujarnya.
Pegadaian juga menyediakan Tabungan Emas yang memungkinkan masyarakat membeli dan menjual emas sekaligus memanfaatkan fasilitas penitipan dengan biaya terjangkau.
Selain itu, terdapat Cicilan Emas dan Arisan Emas yang dapat menjadi alternatif perencanaan keuangan bagi kelompok atau komunitas.
“Produk Cicilan Emas serta Arisan Emas sebagai alternatif perencanaan keuangan kelompok atau komunitas dalam menghadapi laju inflasi,” kata Maryono.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


