Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan pembangunan hunian sementara (huntara) modular bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, selesai pada pekan pertama Ramadan 2026.
Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 3 hektar ini dirancang untuk menampung 228 kepala keluarga melalui sistem baja prefabrikasi sehingga pembangunan dapat berlangsung lebih efisien.
Kawasan huntara ini tidak hanya menyediakan tempat berteduh, tetapi juga didesain sebagai lingkungan komunal yang lengkap. Dari total luas lahan, sebagian besar akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau, tempat ibadah, serta area bermain bagi anak-anak.
Fasilitas penunjang seperti sumur bor untuk air bersih, instalasi listrik PLN, hingga ratusan unit sanitasi dan fasilitas khusus difabel telah disiapkan guna mendukung aktivitas harian para penyintas bencana selama masa transisi menuju pembangunan hunian tetap.
"Kami terus memantau pembangunan di Bener Meriah agar selesai tepat waktu, bahkan harapannya bisa lebih cepat. Hingga saat ini pengerjaan masih sesuai jadwal sehingga insyaallah pada minggu pertama Ramadan masyarakat sudah bisa menempatinya," ujar Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat meninjau lokasi di Aceh.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


