Masyarakat yang menghabiskan waktu libur akhir tahun di Bali hingga Sumatra kini mulai bergerak kembali menuju Jawa. Data dari PT ASDP Indonesia Ferry menunjukkan arus balik telah mencapai puncaknya pada Kamis (1/1).
Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, tercatat lebih dari 30.000 orang kembali dari Pulau Dewata. Sementara itu, dari arah Sumatra, Pelabuhan Bakauheni mencatat angka yang sedikit lebih tinggi dengan 33.767 penumpang yang menyeberang menuju Merak. Selain pergerakan wisatawan, angkutan logistik pun mulai meningkat seiring berjalannya kembali roda industri.
Berikut rincian arus balik per 1 Januari 2026:
- Bali ke Jawa (Gilimanuk-Ketapang): 30.600 penumpang dan 7.190 kendaraan.
- Sumatra ke Jawa (Bakauheni-Merak): 33.767 penumpang dan 9.043 kendaraan.
- Tren Kumulatif: Penumpang Sumatra–Jawa naik 3,1% dibanding tahun lalu, menunjukkan mobilitas yang kian tinggi sehingga konektivitas antar-pulau menjadi kunci utama.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, memastikan armada kapal feri dalam kondisi siap tempur untuk menangani volume kendaraan yang terus mengalir. Menariknya, pemanfaatan kuota penyeberangan saat ini masih berada di angka 21,80%. Arus balik kali ini terdistribusi lebih merata sehingga kapasitas pelabuhan masih terasa longgar dan tidak terjadi penumpukan ekstrem seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Kami memastikan kesiapan armada, optimalisasi pola operasi, serta penguatan layanan di lintasan utama agar arus kendaraan tetap terkendali, khususnya pada puncak arus balik," ujar Heru.
ASDP kini sudah tidak melayani penjualan tiket fisik di pelabuhan. Semua proses sudah beralih ke sistem online melalui aplikasi Ferizy. Pengguna jasa diimbau untuk memesan tiket maksimal H-1 agar perjalanan lebih tenang dan tidak tertahan di pintu masuk pelabuhan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


