antisipasi bencana pesisir brin rancang platform deteksi ancaman biologis - News | Good News From Indonesia 2026

Antisipasi Bencana Pesisir, BRIN Rancang Platform Deteksi Ancaman Biologis

Antisipasi Bencana Pesisir, BRIN Rancang Platform Deteksi Ancaman Biologis
images info

Dok. Canva


Badan Riset dan Inovasi Nasional merancang platform pemantauan terpadu JellyHABS-GIS guna mendeteksi ancaman biologis di kawasan pesisir Indonesia. Pengembangan sistem ini berfokus pada mitigasi ledakan populasi ubur-ubur beracun serta marak alga berbahaya.

Penelaah Teknis Kebijakan Aria Bisri menyampaikan bahwa fenomena biologis tersebut mengancam operasional pembangkit listrik dan keselamatan wisatawan. Perubahan kondisi ekosistem laut ini juga berpotensi menekan angka produksi perikanan di wilayah pesisir urban.

Tim peneliti mengintegrasikan parameter fisik dan kimia kualitas air dengan data biologi kawasan laut. Tiga lokasi sasaran prioritas riset mencakup perairan Teluk Jakarta, pesisir selatan Pulau Jawa, serta Teluk Ambon.

Platform berbasis Sistem Informasi Geografis tersebut menyajikan indikator dinamika plankton serta pemetaan risiko lingkungan secara interaktif. Basis data terpadu ini menggabungkan hasil pemantauan lapangan, data historis, citra satelit, dan analisis laboratorium.

Pengembangan perangkat lunak memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi kerja. Penerapan kecerdasan buatan mendukung tahapan penyusunan kebutuhan sistem, pengelolaan basis data, uji fungsi, hingga dokumentasi riset.

Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN mendorong pemanfaatan platform interaktif ini sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pengelola kawasan pesisir. Sistem pemantauan data terpadu diharapkan mampu mempercepat langkah penanganan bencana ekologi laut.

"Melalui platform ini, pengguna dapat mengakses peta kualitas air, dinamika plankton dan ubur-ubur, indikator risiko HABs maupun blooming ubur-ubur, serta dashboard interaktif," kata Aria Bisri.

Antisipasi Bencana Pesisir, BRIN Rancang Platform Deteksi Ancaman Biologis

brin, aria bisri, jellyhabs gis, ancaman biologis, mitigasi pesisir

Badan Riset dan Inovasi Nasional merancang platform pemantauan terpadu JellyHABS-GIS guna mendeteksi ancaman biologis di kawasan pesisir Indonesia. Pengembangan sistem ini berfokus pada mitigasi ledakan populasi ubur-ubur beracun serta marak alga berbahaya.

Penelaah Teknis Kebijakan Aria Bisri menyampaikan bahwa fenomena biologis tersebut mengancam operasional pembangkit listrik dan keselamatan wisatawan. Perubahan kondisi ekosistem laut ini juga berpotensi menekan angka produksi perikanan di wilayah pesisir urban.

Tim peneliti mengintegrasikan parameter fisik dan kimia kualitas air dengan data biologi kawasan laut. Tiga lokasi sasaran prioritas riset mencakup perairan Teluk Jakarta, pesisir selatan Pulau Jawa, serta Teluk Ambon.

Platform berbasis Sistem Informasi Geografis tersebut menyajikan indikator dinamika plankton serta pemetaan risiko lingkungan secara interaktif. Basis data terpadu ini menggabungkan hasil pemantauan lapangan, data historis, citra satelit, dan analisis laboratorium.

Pengembangan perangkat lunak memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi kerja. Penerapan kecerdasan buatan mendukung tahapan penyusunan kebutuhan sistem, pengelolaan basis data, uji fungsi, hingga dokumentasi riset.

Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN mendorong pemanfaatan platform interaktif ini sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pengelola kawasan pesisir. Sistem pemantauan data terpadu diharapkan mampu mempercepat langkah penanganan bencana ekologi laut.

"Melalui platform ini, pengguna dapat mengakses peta kualitas air, dinamika plankton dan ubur-ubur, indikator risiko HABs maupun blooming ubur-ubur, serta dashboard interaktif," kata Aria Bisri.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.