PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat performa positif pada layanan KA Gajayana dengan total volume penumpang mencapai 380.715 orang sepanjang tahun 2025.
Capaian ini menguatkan posisi KA Gajayana sebagai salah satu tulang punggung mobilitas antarkota di Pulau Jawa, khususnya untuk relasi Malang (ML)–Jakarta Gambir (GMR) pulang-pergi. Tingginya angka penumpang ini sejalan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat yang terus stabil di sepanjang lintas tengah Pulau Jawa melalui jarak tempuh sekitar 905 kilometer.
Keberhasilan KA Gajayana dalam menjaga arus perjalanan tidak lepas dari peran strategis kota-kota yang disinggahinya. Di wilayah Malang, mobilitas didorong oleh aktivitas pendidikan dan pariwisata yang kuat, sementara di kota-kota seperti Blitar, Kediri, dan Madiun, kereta api menopang sektor perdagangan serta aktivitas sosial pelaku usaha. Di wilayah Yogyakarta dan Solo, KA Gajayana menjadi andalan bagi pergerakan wisatawan nusantara yang tumbuh signifikan menurut data BPS tahun 2025.
“Perjalanan kerja, agenda institusional, serta mobilitas keluarga membentuk pola perjalanan pulang-pergi yang konsisten antara daerah dan ibu kota,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Selain faktor ekonomi dan pariwisata, peningkatan layanan dengan rangkaian Eksekutif Stainless Steel New Generation (SSNG) turut memperkuat daya tarik kereta ini di mata pelanggan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


