Radja Nainggolan, eks gelandang kelas dunia milik AS Roma dan Inter Milan, menyimpan luka mendalam terkait karier internasionalnya. Meski tampil fenomenal di level klub, ia "hanya" mengoleksi 30 caps bersama timnas Belgia.
Penyebab utamanya adalah konflik internal dengan pelatih Roberto Martinez yang berujung pada pencoretan namanya dari skuad Piala Dunia 2018.
Kecewa dengan perlakuan di tanah kelahirannya, pemain berdarah Batak ini mengaku terkesan dengan sambutan hangat yang ia terima saat membela Bhayangkara FC di Indonesia.
Radja merasa apresiasi yang didapatnya di Nusantara jauh melampaui apa yang ia terima di Belgia. Saking kecewanya, pemain berusia 37 tahun ini berkelakar bahwa jika ia bisa memprediksi akhir pahit bersama The Red Devils, ia akan lebih memilih membela Timnas Indonesia melalui jalur naturalisasi sejak awal kariernya. Sebuah pengakuan jujur dari sang bintang yang merasa pengorbanannya untuk Belgia berakhir sia-sia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


