Istilah murda berasal dari bahasa Jawa yang berarti mulia, utama, atau terhormat. Makna tersebut sejalan dengan fungsi aksara murda dalam tradisi penulisan Jawa, yaitu sebagai bentuk penghormatan kepada nama orang, gelar, atau pihak yang dimuliakan.
Aksara murda merupakan kelompok aksara khusus dalam sistem aksara Jawa yang digunakan pada kondisi tertentu. Meski sering disamakan dengan huruf kapital dalam alfabet Latin, keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Penggunaan aksara murda lebih berkaitan dengan nilai unggah-ungguh atau tata krama dalam budaya Jawa daripada sekadar aturan penulisan.
Karena aksara murda merupakan bagian dari sistem aksara Jawa, setiap hurufnya juga memiliki bentuk pasangan. Fungsinya sama, yaitu menjaga kesinambungan penulisan ketika suatu suku kata diikuti konsonan berikutnya tanpa jeda vokal.
Sebelum membahas pasangan aksara murda, perlu dipahami bahwa pasangan adalah bentuk khusus suatu aksara yang digunakan untuk menghilangkan bunyi vokal bawaan agar penulisan suku kata tetap bersambung.
Namun, penggunaan pasangan aksara murda mengikuti aturan aksara murda itu sendiri. Artinya, aksara murda tidak dipakai untuk semua kata atau nama, melainkan hanya pada keadaan tertentu sebagai bentuk penghormatan.
| Aksara Murda | Pasangan | Contoh Penggunaan |
| Na Murda (ꦟ) | Pasangan Na Murda | Nama yang diawali bunyi Na |
| Ka Murda (ꦑ) | Pasangan Ka Murda | Nama yang diawali bunyi Ka |
| Ta Murda (ꦡ) | Pasangan Ta Murda | Nama yang diawali bunyi Ta |
| Sa Murda (ꦯ) | Pasangan Sa Murda | Nama yang diawali bunyi Sa |
| Pa Murda (ꦦ) | Pasangan Pa Murda | Nama yang diawali bunyi Pa |
| Nya Murda (ꦘ) | Pasangan Nya Murda | Nama yang diawali bunyi Nya |
| Ga Murda (ꦓ) | Pasangan Ga Murda | Nama yang diawali bunyi Ga |
| Ba Murda (ꦨ) | Pasangan Ba Murda | Nama yang diawali bunyi Ba |
Tidak semua nama atau kata harus ditulis menggunakan aksara murda. Penggunaannya bergantung pada kaidah penulisan dan konteks penghormatan dalam tradisi aksara Jawa. Begitu pula dengan pasangannya, yang hanya digunakan ketika memang diperlukan.
Berikut beberapa contoh penulisan kata dan kalimat dalam aksara Jawa:
- Indonesia: ꦆꦤ꧀ꦢꦺꦴꦟꦺꦱꦶꦪ
- Mas Andy suka makan tempe goreng: ꦩꦱ꧀ ꦄꦤ꧀ꦢꦶ ꦱꦸꦏ ꦩꦏꦤ꧀ ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦺ ꦒꦺꦴꦫꦺꦁ
- Candi Borobudur: ꦕꦤ꧀ꦝꦶ ꦨꦺꦴꦫꦧꦸꦢꦸꦂ (menggunakan Ba Murda (ꦨ) pada kata Borobudur)
- Jakarta: ꦗꦏꦂꦠ
- Andy suka olahraga lari: ꦄꦤ꧀ꦢꦶ ꦱꦸꦏ ꦲꦺꦴꦭꦃꦫꦒ ꦭꦫꦶ
Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa tidak semua nama menggunakan aksara murda. Indonesia, Andy, dan Jakarta tetap ditulis dengan aksara Jawa biasa karena huruf awalnya tidak memiliki bentuk aksara murda. Sebaliknya, Borobudur dapat diawali dengan Ba Murda (ꦨ) karena termasuk salah satu aksara murda yang tersedia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


