Ajang lari jalan raya, Yogyakarta City (YKC) 10K Race, kembali menyapa para pecinta olahraga pada tahun 2026 ini. Menggandeng Dinas Pariwisata DIY, perhelatan sport tourism ini tampil lebih masif dengan menjaring 1.000 pelari, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti oleh 600 orang.
Daya tarik sekaligus tantangan utama YKC 10K Race 2026 bagi para pelari adalah ketatnya batas waktu atau Cut Off Time (COT). Panitia menetapkan durasi hanya 70 menit bagi peserta untuk mencapai garis finis.
Bukan tanpa alasan, penetapan waktu yang singkat ini sengaja dilakukan untuk mendorong kedisiplinan para pelari dalam berlatih.
"Alhamdulillah tahun ini kita sudah achieve di 1000 peserta, dan semoga ini memberikan spirit yang baik, bahwa 70 menit itu bisa dicapai oleh siapapun selama rajin latihan gitu ya. Harapannya bisa memberikan spirit untuk selalu menjaga gaya hidup mereka," ujar Dian Isnawati, perwakilan Jorace Sport Organizer, dalam konferensi pers di Hotel Malioboro Prime, Senin (2/1/2026).
Guna mengimbangi intensitas lomba yang kompetitif, penyelenggara memberikan jaminan keselamatan melalui fasilitas medis yang mumpuni. Bekerja sama dengan Rumah Sakit Queen Latifa, ajang ini menyiagakan dua unit ambulans dengan spesifikasi Advanced Life Support (ALS). Ricky, perwakilan tim pelaksana, menjelaskan bahwa armada tersebut bukan sekadar kendaraan transportasi medis biasa.
“Untuk medis itu kita mendapatkan support dari rumah sakit Queen Latifa, 2 unit mobil dengan standar ALS, Achieve Life Support, jadi isinya mini IGD yang dipindah ke dalam ambulans,” ungkapnya. Dengan standar keamanan tersebut, YKC 10K Race 2026 diharapkan dapat memberikan pengalaman lari yang aman sekaligus berkesan di jantung Kota Pelajar.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


