Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengejar penyelesaian pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Proyek yang berlokasi di Gampong Bundar ini diproyeksikan selesai sepenuhnya pada Sabtu sehingga masyarakat bisa segera pindah dari tenda pengungsian. Hingga saat ini, pengerjaan fisik di lapangan dilaporkan telah menyentuh angka 75 persen dari total target yang ditetapkan.
"Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi," ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan resminya.
Secara teknis, terdapat tujuh blok bangunan modular yang sedang disiapkan dengan kapasitas total mencapai 84 kepala keluarga atau sekitar 336 jiwa. Setiap blok dirancang untuk menampung 12 keluarga dengan fasilitas pendukung berupa toilet komunal, instalasi listrik yang sudah tersambung, serta jaringan pembuangan limbah yang tertata. Saat ini, satu blok masih digunakan sebagai area penyimpanan material konstruksi karena letaknya yang strategis di bagian depan lokasi proyek.
Konstruksi huntara ini memanfaatkan teknologi bangunan modular dengan struktur rangka baja ringan yang diklaim memiliki durasi pembangunan lebih cepat namun tetap kokoh. Tahapan pengerjaan saat ini berfokus pada penyelesaian detail mekanikal, elektrikal, dan pemipaan setelah pondasi serta dinding terpasang.
Keberadaan hunian modular ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan lebih bagi warga selama masa pemulihan berlangsung sehingga mereka tidak perlu lagi bertahan di pengungsian dengan fasilitas terbatas.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


