Antusiasme masyarakat untuk bepergian pada masa liburan akhir tahun 2025 hingga awal 2026 menunjukkan grafik peningkatan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa total pergerakan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru kali ini menyentuh angka sekitar 110 juta orang. Jumlah tersebut tercatat lebih tinggi sekitar 15 juta orang jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Meskipun angka ini masih sedikit di bawah prediksi awal Badan Kebijakan Transportasi yang sempat memproyeksikan pergerakan hingga 119,5 juta orang, tren kenaikan ini dianggap sebagai sinyal positif. Pemerintah masih melakukan kajian mendalam untuk melihat apakah lonjakan ini dipicu oleh berbagai stimulus transportasi yang diberikan atau memang didorong oleh pemulihan minat perjalanan masyarakat secara umum.
"Pada Nataru kali ini ada peningkatan dibandingkan Nataru tahun kemarin yang sekitar 90 juta sehingga tahun ini mencapai sekitar 110 juta," ungkap Dudy saat ditemui di Kantor Kemenhub di Jakarta.
Berdasarkan preferensi pemilihan moda transportasi, mobil pribadi masih mendominasi pilihan masyarakat dengan persentase mencapai 42,78 persen atau setara dengan 51,12 juta orang. Pilihan populer berikutnya adalah sepeda motor dan bus. Di sisi lain, penggunaan moda transportasi udara dan kereta api jarak jauh juga mencatatkan volume yang signifikan meskipun persentasenya tidak sebesar angkutan jalan.
Peningkatan arus lalu lintas ini terlihat nyata dari volume kendaraan yang keluar dari area Jabodetabek menuju arah Cikampek, Jawa Barat, hingga Sumatra. Data sementara ini akan terus diperinci untuk setiap moda transportasi guna melihat efektivitas pelayanan serta titik-titik kepadatan yang perlu diantisipasi di masa mendatang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


