terangkan yang pudar mengenalkan kembali anak dengan budaya baca - News | Good News From Indonesia 2026

Terangkan yang Pudar: Mengenalkan Kembali Anak dengan Budaya Baca

Terangkan yang Pudar: Mengenalkan Kembali Anak dengan Budaya Baca
images info

Sekelompok Anak Sedang Membaca Β© Magnific jcomp


"Karena dengan buku aku bebas.” Begitulah potongan dari kutipan terkenal Bung Hatta yang menyiratkan pentingnya membaca. Menurutnya seseorang dapat menuju kebebasan berpikir melalui gagasan-gagasan yang diterima setelah membaca buku.

Namun, di era digital ini, budaya baca semakin memudar karena informasi tersebar di mana saja. Tantangan ini semakin pelik jika dikaitkan dengan anak-anak yang cenderung mudah terdistraksi dengan sajian instan akibat kemajuan teknologi. Gadget lebih lekat di tangan mereka dengan hiburan yang beragam daripada buku.

Pentingnya Menanamkan Budaya Membaca Pada Anak

Pintu awal untuk menuju wawasan yang lebih luas adalah membaca. Melalui bacaan pada buku akan terbentuk struktur pengetahuan serta pengalaman baru yang berkaitan langsung dengan buah hati sebagai pelajar. Inilah alasan mengapa aktivitas membaca dianalogikan sebagai β€œjantung” dalam dunia pendidikan sehingga budaya baca perlu ditanamkan sedini mungkin.

Ditambah lagi menurut Diah Litasari S.Pd., M.Pd., pencetus Gerakan Anak Indonesia Membaca, menyampaikan bahwa usia 2-5 tahun merupakan usia emas anak karena dapat menyerap sekitar 12.000 kosa kata baru. Sangat disayangkan jika momentum yang tak terulang dilewatkan begitu saja. Untuk itu, peran orangtua sebagai pendamping diperlukan untuk memupuk kebiasaan membaca agar perkembangan kognitif anak lebih optimal.

baca juga

Membiasakan anak membaca sekaligus menjadi stimulan guna menumbuhkan kemampuan literasi mereka. Kemampuan untuk mengolah informasi yang seakan mengalir setiap waktu dari mana saja diperlukan agar tidak mempersempit sudut pandang.

Hal ini yang menjadi senjata utama mereka kelak dalam menghadapi iklim digital, mengingat generasi anak-anak sekarang merupakan penentu arah bangsa di masa mendatang.

Membangun Lingkungan Kondusif Membaca dari Rumah

Di sini akan menjawab pertanyaan bagimana untuk mulai menanamkan budaya baca pada anak-anak atau bagaimana orang tua harus menyikapi situasi ketika minat baca belum menjadi bagian dari anak.Β 

Namun, yang juga penting sebelum mulai mengarahkan buah hati adalah kesiapan orang tua. Sebab anak lebih cepat belajar dari apa yang mereka lihat.

baca juga

Bangun kebiasaan yang menyenangkan

Anak perlu diberikan contoh karena kecenderungan mereka dalam meniru perilaku sehingga butuh peran yang kuat dari orangtua sebagai panutan. Meluangkan waktu setiap hari untuk membaca buku bersama atau dalam tahap awal bacakan buku pada anak dengan ekspresi dan intonasi.

Dengan cara ini akan merangsang kebiasaan dalam anak dan terbentuk persepsi bahwa membaca itu menyenangkan.

Berikan kebebasan menentukan buku pilihannya

Ajak anak-anak untuk mengunjungi toko buku atau perpustakaan sebagai salah satu opsi kegiatan keluarga yang rekreatif. Berikan mereka keleluasaan memilih buku yang ingin dibaca dengan tema yang sesuai.

Rangkaian aktivitas ini akan memancing rasa ingin tahu mereka dan memberikan motivasi lebih untuk membaca setelah merasa dilibatkan.

baca juga

Manfaatkan juga perkembangan teknologi dengan menggunakan e-book sebagai media baca melalui platform seperti iPusnas, jika tidak memungkinkan untuk berkunjung secara langsung.

Dorong anak untuk menghasilkan karya sendiri

Selain memantik kemampuan literasi, membaca juga membantu dalam meningkatkan kreativitas, imajinasi, dan empati.

Untuk itu berikan ruang bagi anak untuk menuangkan ide-ide yang mereka punya melalui tulisan, gambar, atau cerita yang dibuat sendiri. Ini memungkinkan menambah rasa percaya diri dan melatih kreativitas dalam diri mereka.

Budaya baca merupakan kebiasaan untuk membaca dalam kehidupan sehari-hari sehingga dalam penerapannya perlu bertahap. Jika terus dikembangkan, sumber daya manusia yang berkualitas dapat diwujudkan melalui peningkatan mutu pendidikan.

baca juga

Tingkat pendidikan ini yang membuka peluang bagi sebuah bangsa untuk maju. Sejalan dengan semangat yang diwariskan Bung Hatta, leluhur bangsa kita.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.