Musabaqah Tilawatil Qur'an atau MTQ merupakan salah satu helatan yang rutin digelar di Indonesia. Acara ini merupakan kompetisi keagamaan Islam di Indonesia yang dulunya bermula dari tradisi membaca Al-Qur'an di tengah masyarakat.
Dinukil GNFI dari laman Kemenag, dalam helatan MTQ setiap peserta akan diuji kemampuan membaca, menghafal, memahami, menafsirkan, hingga menyampaikan Al-Qur'an. Hal ini tercermin dari beberapa cabang perlombaan yang diadakan dalam helatan tersebut.
Pada awalnya, MTQ dulunya bermula dari kegiatan yang diinisiasi oleh qari di Masjid Sunan Ampel, Surabaya pada era 1950-an. Seiring berjalannya waktu, majelis ini kemudian berganti menjadi musabaqah dan pertama kali digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada 1968 silam.
Penyelenggaraan MTQ ini juga bergilir di setiap daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang menjadi tuan rumah helatan MTQ ini adalah Medan, Sumatra Utara.
Medan berkesempatan menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke-4 yang digelar pada 1971. Pembukaan helatan ini pun berlangsung meriah dan dipadati oleh ratusan ribu masyarakat.
Bagaimana momen saat pembukaan MTQ Nasional yang ke-4 di Medan pada 1971 silam?
Pembukaan MTQ Nasional ke-4 di Medan
Dikutip GNFI dari artikel "Disamping Beriman Beramallah untuk Kepentingan Manusia" yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 12 Oktober 1971, pembukaan helatan MTQ Nasional ke-4 di Medan berlangsung pada Kamis, 7 Oktober 1971. Acara pembukaan ini digelar di Stadion Teladan pada waktu itu.
Ratusan ribu masyarakat terlihat antusias dalam menyambut helatan besar tersebut. Dalam artikel dijelaskan jika Stadion Teladan sudah dipadati ratusan ribu masyarakat sejak sore hari.
Bahkan masyarakat yang datang sampai melimpah ke sisi luar stadion. Ramainya masyarakat yang hadir ini juga menjadi kali pertama Stadion Teladan menampung ratusan ribu manusia dalam satu momen sejak pertama kali diresmikan pada 1953.
Pesan dari Menteri Agama
Pembukaan MTQ Nasional ke-4 ini dibuka langsung oleh Menteri Agama Indonesia waktu itu, Mukti Ali. Kehadiran Menteri Agama ini sekaligus mewakili Presiden Soeharto dalam helatan akbar tersebut.
Dalam pidatonya, Mukti Ali sempat memberikan pesan di hadapan masyarakat yang hadir di Stadion Teladan. Mukti Ali menjelaskan jika tujuan pokok dari Al-Qur'an adalah untuk menimbulkan kesadaran bagi setiap manusia untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan sesamanya.
Menteri agama tersebut menjelaskan jika mudah untuk menggerakkan masyarakat dalam membangun tempat ibadah, seperti masjid dan musala. Hal berbeda jika dana yang dihimpun digunakan untuk kebutuhan umat, seperti membangun sekolah, klinik, jembatan, dan lainnya.
Atas dasar inilah, Mukti Ali mengajak masyarakat yang hadir untuk menjadi Muslim seutuhnya dengan beriman kepada Allah dan beramal pada sesama manusia.
Serba-serbi MTQ Nasional 1971
Pembukaan MTQ Nasional pada 7 Oktober 1971 ini juga menjadi tanda dimulaikan helatan akbar tersebut waktu itu. Helatan MTQ Nasional ke-4 ini berlangsung selama seminggu penuh, 7-14 Oktober 1971 dan diselenggarakan di dua tempat berbeda, yakni di Gedung Sasana Bukit Barisan dan Stadion Teladan.
Helatan MTQ Nasional di Medan ini juga menjadi kali pertama kompetisi tersebut digelar di Pulau Sumatra. Dalam tiga edisi sebelumnya, helatan MTQ Nasional digelar di Makassar, Bandung, dan Banjarmasin.
Nantinya helatan MTQ Nasional baru kembali terselenggara di Medan 47 tahun kemudian. Terakhir kali Medan menjadi tuan rumah helatan akbar tersebut adalah saat digelarnya MTQ Nasional ke-27 pada 2018 lalu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


