Ada nama yang begitu familiar bagi masyarakat Solo, yaitu Putri Cempo. Ternyata, nama tersebut menyimpan cerita yang bisa dikulik lebih jauh. Di kawasan TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, berdiri sebuah makam tua yang dikenal sebagai Makam Putri Cempo.
Situs ini tercatat sebagai cagar budaya. Namun, nama “Putri Cempo” sendiri diberikan berdasarkan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Dalam legenda yang beredar, tokoh ini bahkan dikaitkan dengan Prabu Brawijaya dari Majapahit.
Lalu, siapa sebenarnya Putri Cempo yang dimakamkan di kawasan tersebut? Apakah ia benar seorang tokoh dari masa Majapahit, atau ada cerita lain di balik nama yang melekat pada makam ini? Yuk, simak pembahasannya Kawan GNFI!
Makam Putri Cempo di Solo, Situs Tua di Balik Nama TPA
Di Mojosongo, Surakarta, terdapat sebuah situs yang namanya kemudian dikenal luas sebagai nama TPA Putri Cempo. Makam Putri Cempo sendiri tercatat sebagai situs cagar budaya tingkat kabupaten/kota dengan SK Penetapan No. 646/1-R/1/2013.
Keberadaan makam ini sudah ada sebelum kawasan tersebut menjadi tempat pembuangan sampah dan TPA Putri Cempo baru mulai digunakan untuk membuang sampah pada tahun 1986.
Makam Putri Cempo berada di area yang terlindungi pagar dan memiliki bangunan pelindung menyerupai pendopo kecil. Di bagian dalamnya terdapat nisan yang menjadi penanda situs tersebut.
Siapa Sebenarnya Putri Cempo? Jawabannya Tidak Sesederhana yang Dikira
“Makam Putri Cempo” merupakan nama yang diberikan kepada tempat tersebut dari cerita rakyat yang ada. Jadi bukan berarti nama situs tersebut membuktikan siapa sosok yang dimakamkan di sana.
Dalam legenda masyarakat setempat, Putri Cempo disebut sebagai salah satu istri Raja Majapahit. Sosoknya sendiri kerap dikaitkan dengan Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit. Namun, untuk makam Putri Cempo di Mojosongo, Solo, hubungan tersebut masih belum bisa dipastikan kebenarannya dan hanya beredar di kalangan masyarakat.
Mengutip dari detik.com Sejarawan Dani Saptoni menyebut bahwa sejarah makam Putri Cempo di Mojosongo masih belum jelas. Menurutnya, pengaitan makam tersebut dengan Brawijaya lebih tepat dipahami sebagai bagian dari folklor yang berkembang secara lisan di masyarakat.
Ketika Nama Cempo Membawa Kita pada Cerita Campa
Nama Compo atau Campa ini juga seringkali dikaitkan dengan salah satu cerita lisan yang ada, Putri Cempa disebut bernama Putri Indrawati. Ia diceritakan berasal dari negeri Campa dan menjadi salah satu istri Raja Brawijaya V dari Majapahit.
Setelah mengandung anak dari sang raja, Putri Indrawati kemudian diserahkan kepada Arya Damar di Palembang. Dari kisah tersebut, lahirlah Raden Hasan yang kelak dikenal sebagai Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak.
Cerita tersebut kemudian berlanjut hingga Putri Cempa datang ke Jawa untuk bertemu anaknya. Ia disebut menetap di Desa Bonang dan belajar agama Islam kepada Sunan Bonang hingga akhir hayatnya. Makamnya dalam cerita tersebut disebut berada di atas bukit Desa Bonang dan masih menjadi tempat yang diziarahi masyarakat.
Cerita Putri Cempa di Bonang pada dasarnya adalah cerita yang berkembang di masyarakat setempat. Jadi, kisah tersebut belum bisa menjadi bukti bahwa Putri Cempo yang dimakamkan di Mojosongo adalah sosok yang sama.
Putri Cempo Istri Siapa? Memisahkan Legenda dari Catatan Sejarah
Dalam sejumlah cerita Jawa, Putri Cempo atau Putri Campa disebut sebagai salah satu istri Prabu Brawijaya V, Raja Majapahit. Namun, cerita ini memiliki beberapa versi. Nama Putri Campa, misalnya, disebut berbeda-beda dalam sejumlah sumber, sebagai Darawati, Dwarawati, atau Dewi Kiem.
Karena berasal dari tradisi cerita dan babad, kisah tersebut tidak bisa langsung dianggap sebagai bukti sejarah. Begitu juga dengan makam Putri Cempo di Mojosongo. Hubungannya dengan Brawijaya V masih menjadi bagian dari cerita yang berkembang di masyarakat.
Jadi, status hubungan Putri Campa ini bisa berbeda tergantung pada versi cerita yang digunakan. Dalam beberapa versi, ia disebut sebagai istri Brawijaya V. Namun, belum ada bukti yang cukup untuk memastikan bahwa sosok tersebut adalah orang yang dimakamkan di Mojosongo.
Dua Makam Putri Cempo di Solo, Apakah Sosoknya Sama?
Ternyata, ada dua lokasi di Solo yang dikenal dengan nama Makam Putri Cempo. Satu berada di kawasan Tanggul Kali Anyar, Tirtonadi, sementara satu lagi berada di sekitar TPA Putri Cempo, Mojosongo. Keduanya memiliki cerita yang berbeda.
Makam di Tirtonadi dalam cerita yang berkembang di masyarakat dikaitkan dengan seorang penari pada masa Paku Buwono II di Keraton Kartasura. Sementara itu, makam di Mojosongo memiliki cerita lain dan kerap dikaitkan dengan Putri Cempo yang disebut sebagai istri Brawijaya V. Karena itu, nama yang sama tidak berarti kedua makam tersebut pasti berkaitan.
Mengapa Kisah Putri Cempo Terus Hidup di Tengah Perubahan Kota Solo?
Meski identitas Putri Cempo belum bisa dipastikan, ceritanya tetap hidup di tengah masyarakat. Cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi membuat makam tersebut tetap dikenal, meskipun lingkungan di sekitarnya terus berubah.
Makam di Mojosongo kini berada di sekitar kawasan TPA, sedangkan makam lainnya berada di Tanggul Kali Anyar, Tirtonadi.
Cerita rakyat memang tidak selalu bisa dibuktikan sebagai fakta sejarah. Namun, bukan berarti cerita tersebut tidak memiliki nilai. Cerita yang berasal dari ingatan masyarakat tetap bisa menjadi bagian dari sejarah lokal yang layak dijaga.
Putri Cempo dan Pelajaran tentang Cara Kita Membaca Sejarah
Kisah Putri Cempo menunjukkan bahwa sejarah lokal bisa memiliki lebih dari satu versi. Karena itu, cerita yang berkembang di masyarakat perlu tetap dihargai, tetapi klaim sejarahnya juga perlu dilihat berdasarkan sumber dan bukti yang ada.
Dalam kasus Putri Cempo, keberadaan makamnya dapat ditelusuri, sementara identitas tokoh di baliknya masih belum pasti. Merawat situs dan mendokumentasikan cerita yang berkembang di sekitarnya menjadi cara untuk menjaga warisan budaya, walaupun kita tidak bisa serta-merta menganggapnya sebagai fakta sejarah.
Referensi
- https://jdih.surakarta.go.id/dokumen-hukum/view-prd/view?id=v8bg97d5ejxrmax8lzoa6p2l34ywqk
- https://jurnal.umk.ac.id/index.php/kala/article/view/9599/3770
- https://www.historia.id/article/hikayat-putri-cempa-dan-islam-di-majapahit-dlbyk
- https://www.detik.com/jateng/budaya/d-8506387/misteri-sosok-putri-cempo-yang-makamnya-ada-di-tpa
- https://www.detik.com/jogja/budaya/d-7105592/kisah-putri-campa-membawa-islam-ke-majapahit-dan-jadi-istri-brawijaya-v
- https://www.detik.com/jateng/budaya/d-8506421/ada-2-makam-putri-cempo-di-solo-sosok-yang-sama
- https://jawatimuran.disperpusip.jatimprov.go.id/2013/12/12/putri-cempo/
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


