kri sriwijaya resmi jadi calon kapal induk pertama indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

KRI Sriwijaya Segera Resmi jadi Calon Kapal Induk Pertama Indonesia

KRI Sriwijaya Segera Resmi jadi Calon Kapal Induk Pertama Indonesia
images info

KRI Sriwijaya Resmi Jadi Calon Kapal Induk Pertama Indonesia | Sumber: Generated AI


KRI Sriwijaya segera memperkuat pertahanan maritim Tanah Air setelah proses serah terima dan pergantian bendera dilakukan, pada 24 September 2026 mendatang. Kehadiran kapal ini menandai babak baru bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah laut sangat luas dari Sabang sampai Merauke.

Berdasarkan catatan sejarah, kapal ini bukanlah unit baru yang dibuat dari awal. Eks kapal perang Angkatan Laut Italia bernama ITS Giuseppe Garibaldi tersebut diluncurkan pada tahun 1983 dan mulai berdinas sejak 1985. Setelah mengabdi kepada Italia selama hampir empat dekade, masa operasional kapal tersebut resmi diakhiri pada tahun 2024 lalu.

Pertimbangan Historis di Balik Pemilihan Nama KRI Sriwijaya

Keputusan dalam memilih nama KRI Sriwijaya untuk menggantikan nama Giuseppe Garibaldi telah dikaji secara mendalam oleh TNI Angkatan Laut (AL).

Aspek historis yang berkorelasi langsung dengan sejarah kemaritiman Nusantara dijadikan sebagai landasan utama dalam penentuan nama tersebut.

Nama Sriwijaya dipilih guna merefleksikan kejayaan kerajaan maritim besar di masa lampau. Penggunaan nama ini sekaligus mengingatkan Kawan GNFI bahwa laut bukanlah sebagai pemisah, melainkan sebagai ruang penghubung yang menyatukan seluruh pulau di Nusantara.

baca juga

Urgensi Kapal Induk bagi Negara Kepulauan Terbesar

Sebagai sebuah negara maritim dan archipelagic country, Indonesia mutlak memerlukan kemampuan mobilitas tinggi untuk menghadirkan negara secara cepat di wilayah terpencil. Kehadiran KRI Sriwijaya dinilai sangat krusial guna mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) secara optimal.

Ketika bencana alam berskala besar seperti gempa bumi, tsunami, atau erupsi gunung api terjadi di pulau terpencil yang infrastrukturnya rusak, kapal ini dapat difungsikan sebagai pangkalan bergerak.

Melalui fasilitas yang ada, helikopter, pesawat tanpa awak (drone), hingga logistik bantuan medis dapat dikerahkan mendekati lokasi terdampak dengan jauh lebih cepat.

Proses Retrofit dan Modernisasi Bersama PT PAL

Meskipun usia kapal telah mencapai kisaran 41 tahun, kondisi struktur fisik, mesin, serta sistem kesiapan operasionalnya dinilai masih berada dalam tingkat yang cukup baik.

Kendati demikian, serangkaian proses retrofit dan refurbishment tetap wajib dijalankan agar spesifikasinya selaras dengan kebutuhan spesifik TNI AL di perairan tropis.

Pekerjaan modernisasi ini melibatkan kolaborasi strategis antara PT PAL Indonesia bersama sejumlah industri pertahanan asal Italia, termasuk Fincantieri dan Leonardo. Melalui peremajaan sistem tenaga, sensor, komunikasi, dan persenjataan tersebut, KRI Sriwijaya diharapkan mampu memperpanjang usia operasional efektifnya hingga 15 hingga 20 tahun ke depan.

baca juga

Spesifikasi dan Peran Strategis KRI Sriwijaya

Dari segi rancangan bangun, kapal ini memiliki panjang sekitar 180 meter dengan kapasitas muatan personel yang memadai. Dalam konfigurasi aslinya, kapal ini mampu mengoperasikan belasan unit helikopter serta dilengkapi sistem pertahanan mandiri (self-defense) yang mumpuni.

Selain untuk misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, platform ini juga disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Militer Perang (OMP).

Peran utamanya meliputi fungsi pengintaian, pusat komando dan kendali, serta mobilitas pasukan gabungan yang terintegrasi dengan kekuatan maritim nasional lainnya.

Menuju Kemandirian Teknologi dan Kejayaan Maritim Nusantara

Keterlibatan langsung PT PAL dalam proyek retrofit ini tidak hanya bertujuan untuk memperbarui fisik kapal semata. Langkah tersebut juga dijadikan sebagai sarana pembelajaran penting atau sekolah teknologi bagi industri pertahanan dalam negeri.

Pengalaman berharga ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk merancang dan membangun kapal induk secara mandiri di masa depan.

Dengan demikian, KRI Sriwijaya tidak hanya bertindak sebagai benteng apung pertahanan negara, tetapi juga menjadi tonggak sejarah kebangkitan kembali kejayaan Indonesia sebagai bangsa bahari yang tangguh.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Revaldy Maulana Latumeten lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Revaldy Maulana Latumeten.

RM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.