skate park stage praktik yang tidak lagi hilang melainkan bekerja PvKkzt - News | Good News From Indonesia 2026

Skate Park Stage: Praktik yang Tidak Lagi Hilang, Melainkan Bekerja

Skate Park Stage: Praktik yang Tidak Lagi Hilang, Melainkan Bekerja
images info

Oleh: Ari J. Palawi
Praktisi dan akademisi seni Universitas Syiah Kuala.

Kita terlalu sering menyaksikan praktik seni yang hidup, tetapi hilang tanpa jejak pengetahuan. Ia hadir, lalu selesai. Yang tersisa hanya ingatan, sementara proses, pengalaman, dan kemungkinan yang terkandung di dalamnya tidak pernah benar-benar menjadi sesuatu yang bisa dibaca ulang, dipelajari, atau dikembangkan.

Dalam lanskap seni Aceh hari ini, situasi ini semakin terasa kompleks. Perdebatan seputar ruang pertunjukan, pembatalan acara, hingga batas-batas representasi menunjukkan bahwa seni tidak hanya berhadapan dengan ekspresi, tetapi juga dengan tata kelola yang belum sepenuhnya matang. Yang dipertaruhkan bukan hanya panggung, melainkan ekosistem yang belum memiliki sistem kerja yang berkelanjutan (Palawi, 2025).

Di sisi lain, praktik seni itu sendiri menghadapi persoalan yang tidak kalah mendasar. Ia masih sering berhenti pada tampilan. Kedalaman pengalaman, relasi dengan makna, bahkan dimensi spiritual yang dahulu menjadi inti perlahan menjauh. Seni tetap hadir, tetapi tidak selalu menghadirkan pengalaman yang utuh (Palawi, 2025).

Dalam ruang akademik, persoalan ini muncul dalam bentuk lain. Aktivitas seni berlangsung aktif, tetapi belum terhubung dengan sistem produksi pengetahuan. Karya tidak terdokumentasi secara ilmiah, proses kreatif tidak menjadi data, dan kontribusinya belum terintegrasi dalam mekanisme seperti IKU, BKD, maupun sistem mutu. Potensi praktik seni sebagai sumber pengetahuan berbasis pengalaman belum bekerja secara maksimal (Palawi, 2026).

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.