Itulah yang dikembangkan Bank Sampah Pondok Permai. Warga tidak hanya diajak memilah botol plastik, kardus atau material bernilai jual. Sampah organik dari sisa makanan pun ikut dikelola agar tidak berhenti sebagai beban lingkungan.
Skemanya sederhana. Sampah yang disetorkan warga ditimbang dan dicatat sebagai tabungan. Saldo tersebut kemudian dapat dikonversikan menjadi rupiah untuk membantu mengurangi atau melunasi kewajiban PBB.
Bagi warga, manfaatnya menjadi terasa lebih dekat. Memilah sampah bukan lagi sekadar tindakan menjaga kebersihan, tetapi memiliki konsekuensi ekonomi yang bisa dirasakan langsung.


