Solok Selatan, pasbana - Di tengah hamparan hijau Nagari Sungai Kunyit Barat, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, cerita tentang ketahanan pangan dan kreativitas masyarakat lahir dari sesuatu yang sederhana: pohon nangka di halaman rumah.
Siapa sangka, buah yang dulu hanya dipetik saat musim panen kini menjelma menjadi produk kuliner unggulan bernilai ekonomi tinggi. Melalui tangan kreatif Kelompok Dasawisma Mawar IV, nangka muda diolah menjadi rendang nangka dan abon nangka—produk UMKM yang kini mulai dikenal luas.
Berbeda dari rendang daging yang populer secara nasional, rendang nangka menghadirkan sensasi unik. Teksturnya lembut namun berserat, dipadukan dengan bumbu khas Minangkabau yang dimasak berjam-jam hingga menghasilkan rasa gurih dan tahan lama. Proses memasak tradisional inilah yang menjadi kunci kualitas sekaligus identitas produk.


