Kota Pariaman, pasbana - Dentuman gandang tasa memecah malam Kota Pariaman, Senin (22/6/2026). Di bawah cahaya lampu dan keramaian warga yang memadati jalan-jalan kampung, dua rombongan besar—Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang—bergerak perlahan membawa panja, replika jari-jari yang menjadi bagian penting dari rangkaian Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026.
Bagi sebagian wisatawan, prosesi Maarak Jari-Jari mungkin tampak seperti arak-arakan budaya yang meriah. Namun, bagi masyarakat Pariaman, tradisi ini menyimpan kisah duka yang telah diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun.
Maarak Jari-Jari atau Maarak Panja digelar setiap malam 7 Muharam. Prosesi ini melambangkan pengumpulan potongan jasad Imam Husain, cucu Nabi Muhammad SAW, yang gugur dalam tragedi Padang Karbala pada tahun 680 M. Simbol tersebut menjadi pengingat atas pengorbanan, keteguhan, dan nilai kemanusiaan yang diwariskan dalam sejarah Islam.


