Peta persebaran hotspot atau titik panas di Indonesia pada (25/8/2026), dicitrakan melalui GIS, foto: BMKG.
Sobat EBT Heroes! Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu persoalan lingkungan yang berulang di Indonesia, terutama saat musim kemarau. Selain menyebabkan kerusakan ekosistem, karhutla dapat menghasilkan asap dan emisi karbon yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat serta kualitas lingkungan.
Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pencegahan karhutla adalah Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis. Teknologi ini memungkinkan data titik panas (hotspot), tutupan lahan, kondisi cuaca, hingga wilayah rawan kebakaran ditampilkan dalam bentuk peta sehingga membantu proses pemantauan dan pengambilan keputusan.
Mengenal apa itu GIS, foto: ESRI.
GIS adalah teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, mengelola, menganalisis, dan menampilkan data yang memiliki informasi geografis. Dalam penanganan karhutla, GIS untuk pemetaan hotspot dapat digunakan untuk mengetahui lokasi yang terindikasi mengalami peningkatan suhu atau aktivitas kebakaran.
Baca Selengkapnya

