LANGKAWI, Malaysia – Geopark Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp) memperkuat jejaring internasional melalui keikutsertaannya dalam The 9th Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium 2026 di Langkawi UNESCO Global Geopark, Malaysia, 7–10 September 2026. Dalam forum tersebut, Geopark Kebumen tidak hanya mengikuti pertukaran pengetahuan antar-geopark, tetapi juga mempresentasikan konsep pengembangan geotrail melalui kegiatan pariwisata dan olahraga berbasis warisan geologi.
Delegasi Geopark Kebumen terdiri atas Ketua Dewan Pakar Badan Pengelola Geopark Kebumen UGGp Dr Ir Chusni Ansori MT, dan Anggota Badan Pengelola Geopark Kebumen Supriyanto.
Kehadiran delegasi Kebumen sempat terkendala gangguan penerbangan akibat dampak letusan Gunung Anak Krakatau. Meski perjalanan menuju Malaysia mengalami hambatan, delegasi tetap melanjutkan agenda dan mengikuti rangkaian symposium yang mempertemukan pengelola geopark dari berbagai negara.
APGN Symposium 2026 menjadi salah satu forum penting bagi komunitas geopark di kawasan Asia-Pasifik. Kegiatan ini mempertemukan peneliti, akademisi, pendidik, pegiat konservasi, praktisi pariwisata, pengelola geopark, hingga masyarakat untuk membahas pengelolaan warisan geologi dan pembangunan berkelanjutan.
Sekitar 590 peserta dari 22 negara menghadiri symposium tersebut. Penyelenggara juga menghadirkan lebih dari 100 geopark, mulai dari UNESCO Global Geoparks, geopark nasional hingga geopark yang tengah mengembangkan statusnya. Sejumlah geopark Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Geopark Networkturut ambil bagian dalam agenda dua tahunan tersebut.
Baca Selengkapnya

