Bisniscirebon.com: βBuat apa menanam kopi?β Pertanyaan sederhana itu masih melekat dalam ingatan Robi, petani sekaligus pengelola Kopi Botanika di Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Pertanyaan tersebut muncul ketika kopi belum menjadi pilihan menarik bagi sebagian petani di lereng Gunung Ciremai. Saat itu, sayuran dianggap lebih menjanjikan karena cepat dipanen dan hasilnya lebih cepat menghasilkan uang.
Kopi membutuhkan kesabaran. Tanaman harus dirawat hingga buah matang, dipetik, diolah, kemudian mencari pasar.
βWaktu awal mengembangkan kopi, banyak yang bertanya, buat apa menanam tanaman yang panennya lama,β tutur Robi.
Kini, keraguan tersebut perlahan berubah. Kopi dari lereng Ciremai mulai menemukan pasar hingga ke luar negeri. Thailand dan Jepang menjadi tujuan ekspor, sementara sejumlah mitra petani bahkan telah membawa kopi Buana Ciremai ke Amerika Serikat.
Baca Selengkapnya

