Mengenal tiga jenis proyek karbon mangrove, foto: DLH.
Sobat EBT Heroes! Ekosistem mangrove menjadi salah satu penyimpan karbon alami (blue carbon) paling efektif di dunia. Selain mampu menyerap karbon dalam jumlah besar, hutan mangrove juga berperan melindungi garis pantai, menjaga keanekaragaman hayati, hingga mendukung mata pencaharian masyarakat pesisir. Karena itu, berbagai proyek karbon mangrove kini berkembang sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus menciptakan manfaat ekonomi melalui perdagangan kredit karbon.
Secara umum, terdapat tiga pendekatan utama dalam proyek karbon mangrove, yaitu konservasi mangrove, restorasi mangrove, dan pengelolaan mangrove berkelanjutan. Masing-masing memiliki tujuan, metode, dan potensi manfaat yang berbeda, tetapi sama-sama berkontribusi dalam meningkatkan penyerapan karbon dan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Konservasi mangrove berfokus pada perlindungan hutan mangrove yang masih dalam kondisi baik agar tidak mengalami deforestasi atau degradasi akibat pembukaan lahan, pembangunan, maupun aktivitas tambak.
Pendekatan ini menghasilkan kredit karbon dari emisi yang berhasil dihindari karena ekosistem tetap terjaga. Dibandingkan metode lain, konservasi relatif lebih cepat dikembangkan karena tidak memerlukan proses pemulihan ekosistem yang panjang.
Baca Selengkapnya

