Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University periode Juli–Agustus 2026 menghadirkan Program 5 CAKRA di Desa Tugu Lor, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Program yang mengusung semangat “Desa Berdaya” ini menjadi ruang kolaborasi mahasiswa dan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui bidang lingkungan, pendidikan, digitalisasi, ekonomi, dan kesehatan.
Program CAKRA, atau Cipta Karya dan Transformasi Desa Berdaya, dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Pendekatan ini menempatkan aset yang telah dimiliki masyarakat sebagai modal utama dalam proses pemberdayaan.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut terlibat dalam pelaksanaan dan keberlanjutan program.

Foto bersama mahasiswa KKNT IPB University dan Kepala Desa Tugu Lor saat Lokakarya.© Dokumentasi SedulorProject
Lima CAKRA, Lima Ruang Pemberdayaan Masyarakat
Selama pelaksanaan KKNT, Program CAKRA dijalankan melalui lima pilar, yaitu CAKRA Lestari, CAKRA Connect, CAKRA Edu, CAKRA Preneur, dan CAKRA Care. Kelima program tersebut menyasar kelompok masyarakat yang berbeda, tetapi memiliki satu tujuan, yaitu mengoptimalkan potensi desa agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Secara umum, pelaksanaan program mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga Desa Tugu Lor terbuka terhadap kehadiran mahasiswa, aktif berpartisipasi, dan interaktif dalam berbagai kegiatan. Kolaborasi juga terbangun bersama pemerintah desa, TP PKK, kader, masyarakat, serta mitra program.
CAKRA Lestari, Mengolah Potensi Lingkungan Menjadi Manfaat
Melalui CAKRA Lestari, mahasiswa mengajak masyarakat memanfaatkan lahan dan limbah rumah tangga secara lebih produktif.
Kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi budidaya hidroponik menggunakan botol bekas dengan metode wick system, pembuatan pupuk organik cair dari limbah kulit bawang, serta budidaya maggot dari sampah organik.
Mahasiswa juga menyusun rancangan revitalisasi pekarangan Gedung PKK agar dapat dikembangkan menjadi lahan yang lebih hijau dan produktif.

Pelaksanaan CAKRA Lestari: pengolahan limbah kulit bawang menjadi pupuk organik cair, serta pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot bersama masyarakat Desa Tugu Lor dan kader TP PKK. © Dokumentasi SedulorProject
Dari kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh pengetahuan dan praktik mengenai hidroponik skala rumah tangga, pengolahan limbah kulit bawang menjadi pupuk organik cair, serta pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot. Sementara itu, TP PKK memperoleh rancangan desain pekarangan yang dapat ditindaklanjuti sebagai lahan produktif.
CAKRA Connect, Membawa Potensi Tugu Lor ke Ruang Digital
Digitalisasi menjadi bagian lain dari pemberdayaan melalui CAKRA Connect. Program ini menghasilkan produk pemetaan wilayah sekaligus media informasi digital Desa Tugu Lor.
Mahasiswa menyusun tiga produk pemetaan, yaitu peta kontur, peta kelerengan, serta peta overlay kontur dan kelerengan dengan menggunakan data DEMNAS dan pengolahan melalui ArcGIS Pro serta Google Earth Pro. Peta kontur menggunakan interval dua meter untuk memberikan gambaran perubahan elevasi wilayah Desa Tugu Lor.
Hasil pemetaan tersebut kemudian diserahkan kepada pihak desa dalam bentuk file PDF dan cetakan berukuran A3. Selain itu, mahasiswa membuat media informasi digital sederhana yang memuat profil Desa Tugu Lor dan struktur pemerintahan desa untuk membantu penyebaran informasi kepada masyarakat dan pihak luar.
CAKRA Edu, Hadirkan Ruang Belajar yang Lebih Ceria
Bagi anak-anak Desa Tugu Lor, semangat pemberdayaan hadir melalui CAKRA Edu. Program ini diwujudkan melalui Rumah Ceria Sore Hari, pendampingan belajar, kegiatan membaca, diskusi, permainan edukatif, hingga aktivitas kreatif.
Kegiatan dilaksanakan dua kali dalam seminggu setelah kegiatan madrasah, mulai 15 Juli hingga 5 Agustus 2026. Anak-anak mendapatkan pendampingan berdasarkan jenjang kelas agar materi dan aktivitas dapat disesuaikan dengan kemampuan mereka.

Pelaksanaan CAKRA Edu bersama anak-anak Desa Tugu Lor.© Dokumentasi SedulorProject
Program ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran. Anak-anak juga mendapatkan ruang untuk berinteraksi, bertanya, bermain, dan mengembangkan kreativitas. Pretest dan posttest turut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kegiatan.
Selama pelaksanaan, anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berpartisipasi. Rumah Ceria juga menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak untuk mengisi waktu sore hari selain menggunakan gawai.
CAKRA Preneur, Membantu UMKM Lebih Terlihat di Dunia Digital
Pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi fokus CAKRA Preneur. Program ini diarahkan untuk membantu UMKM lokal meningkatkan visibilitas usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.
Salah satu capaian utama program adalah pendaftaran dan aktivasi titik lokasi lima pelaku UMKM Desa Tugu Lor ke Google Maps. Mahasiswa juga memberikan buku saku fisik mengenai pengelolaan akun Google Maps agar pelaku usaha memiliki panduan untuk mengelola informasi usahanya secara mandiri.

Pelaksanaan CAKRA Preneur: pembuatan video promosi bersama UMKM lokal kripik bawang merah Desa Tugu Lor. © Dokumentasi SedulorProject
Selain digitalisasi lokasi usaha, mahasiswa memproduksi satu video dokumenter atau promosi profil UMKM yang menampilkan proses produksi, keunggulan produk, serta cerita di balik usaha lokal. Luaran tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media promosi visual di ruang digital.
CAKRA Care, Menguatkan Kesadaran Hidup Sehat
Pilar terakhir, CAKRA Care, membawa isu kesehatan melalui pendekatan promotif dan preventif. Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gaya hidup sehat sekaligus memanfaatkan potensi lokal.
Mahasiswa melaksanakan edukasi gaya hidup sehat bagi remaja serta kegiatan “Seporsi Kesehatan” berupa demonstrasi pengolahan teh dari kulit bawang. Kegiatan tersebut memperkenalkan pemanfaatan limbah kulit bawang sebagai potensi lokal yang dapat diolah menjadi produk bernilai guna.
Selain kegiatan langsung, mahasiswa juga menghasilkan media edukatif berupa salindia dan leaflet yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat dan mitra sebagai bahan pembelajaran.

Pelaksanaan CAKRA Care: pengolahan teh dari kulit bawang bersama TP PKK Desa Tugu Lor.© Dokumentasi SedulorProject
Dari Program Menjadi Bekal untuk Desa
Pelaksanaan 5 CAKRA menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat dimulai dari aset yang telah dimiliki desa, mulai dari lingkungan, masyarakat, UMKM, hingga kelembagaan. Program ini menghasilkan berbagai luaran yang dapat terus dimanfaatkan, seperti pekarangan produktif, pemetaan wilayah, media informasi digital, sarana literasi, profil digital UMKM, dan media edukasi kesehatan.
Bagi mahasiswa KKNT IPB University, proses ini menjadi ruang untuk belajar bersama masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan dalam kehidupan desa. Keberlanjutan program selanjutnya dapat diperkuat melalui kolaborasi pemerintah desa, TP PKK, sekolah, pelaku UMKM, dan kelompok masyarakat.
Dari Tugu Lor, 5 CAKRA menjadi upaya menghubungkan potensi dengan aksi untuk mendorong desa yang berdaya dan berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


