Belajar tidak selalu harus dimulai dari buku dan papan tulis. Selama periode KKN 2026, mahasiswa KKNM-31394 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuktikannya lewat serangkaian kegiatan bagi anak-anak sekolah dasar di Padukuhan Goser.
Mereka mengajak anak-anak bermain, membuat karya, dan berpetualang dengan angka, sambil belajar mengenali dan menolak perundungan.
Program ini berangkat dari pengamatan mahasiswa terhadap kondisi anak-anak di padukuhan. Pendampingan belajar, terutama matematika, masih terbatas, dan pembahasan tentang perundungan hampir tidak pernah menjadi bagian dari keseharian mereka.
Padahal, matematika yang terasa menakutkan dapat menurunkan minat belajar, sementara perundungan yang dianggap sekadar candaan dapat merusak rasa aman dan kepercayaan diri anak.
Karena itu, tim KKNM-31394 UNY memilih pendekatan yang ringan dan menyenangkan. Tujuannya menumbuhkan semangat belajar, melatih kemampuan berpikir logis, membangun rasa percaya diri, dan menanamkan kesadaran bahwa setiap anak berhak berada di lingkungan pertemanan yang aman.
Tiga Rangkaian, Satu Tujuan
Kegiatan dipusatkan di Posko KKNM-31394 UNY Goser. Para mahasiswa hadir sebagai fasilitator sekaligus kakak belajar yang mendampingi anak-anak di setiap sesi.
Rangkaian dibuka dengan kelas belajar berbasis permainan. Anak-anak mengikuti berbagai permainan edukatif yang melatih daya pikir, konsentrasi, dan kelincahan, sehingga suasana terasa santai dan mereka siap menerima materi berikutnya.
Selanjutnya, anak-anak berkenalan dengan matematika melalui proyek dan alat peraga visual. Mereka membuat karya sendiri dan mengikuti permainan bertema petualangan, sehingga konsep yang biasanya dianggap rumit menjadi lebih konkret. Pelajaran yang semula ditakuti perlahan berubah menjadi hal yang seru.
Sebagai penutup, anak-anak mengikuti sesi edukasi karakter. Mereka diajak memahami arti perundungan, bentuk-bentuknya, dampaknya bagi korban, serta langkah sederhana untuk mencegahnya. Sesi ini ditutup dengan ikrar bersama untuk tidak melakukan dan tidak membiarkan perundungan terjadi di sekitar mereka.
Kesan dari Orang Tua
Orang tua peserta merasakan perubahan itu. Salah satunya mengaku sangat terbantu oleh program ini. Menurutnya, anaknya kini lebih bersemangat belajar sambil bermain dan tidak lagi takut pada matematika karena materinya disampaikan dengan cara yang seru.
Ia juga melihat anaknya lebih berani bercerita ketika ada teman yang berbuat tidak baik. Ia berharap kegiatan seperti ini terus ada dan dapat dirasakan oleh lebih banyak anak di Goser.
Keberanian bercerita itu penting, sebab banyak kasus perundungan bertahan lama karena korban memilih diam. Ketika anak mau bercerita kepada orang tuanya, upaya pencegahan sudah punya titik awal yang kuat.
Dampak yang Terasa
Anak-anak mengikuti seluruh rangkaian dengan antusias, baik saat belajar matematika maupun saat membahas perundungan. Dampak yang terlihat antara lain meningkatnya minat belajar, terasahnya logika berpikir, tumbuhnya rasa percaya diri, dan bertambahnya keberanian menolak perundungan. Kegiatan ini juga mempererat kedekatan antara mahasiswa, anak-anak, dan orang tua.
Sejalan dengan Agenda Global
Melalui program ini, tim KKNM-31394 UNY turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat metode belajar yang inovatif dan menyenangkan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) lewat lingkungan belajar yang bebas dari intimidasi demi kesehatan mental anak, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) lewat penanaman keberanian menolak kekerasan sejak dini.
Ketiganya saling menguatkan, sebab anak yang merasa aman akan lebih mudah percaya diri dan lebih siap belajar.
Pendidikan yang baik tidak hanya soal nilai, tetapi juga karakter dan rasa aman. Lewat program ini, KKNM-31394 UNY berharap anak-anak Padukuhan Goser tumbuh menjadi pribadi yang gemar belajar, percaya diri, peduli pada sesama, dan berani berkata tidak pada perundungan.
Semoga semangat itu terus dijaga oleh anak-anak, orang tua, dan seluruh warga, bahkan setelah masa KKN berakhir.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


