Desa memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah. Melalui pengelolaan usaha yang tepat, potensi lokal tidak hanya dapat menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga membuka jalan bagi kesejahteraan masyarakat. Semangat inilah yang mewarnai pertemuan Lembaga Ekonomi Desa BUMDes Kabupaten Cirebon di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, Kamis (29/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi para pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memperkuat kapasitas, memperluas wawasan, dan membangun tata kelola usaha desa yang lebih profesional. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari BPKP Pusat, BULOG Cirebon, Inspektorat Kabupaten Cirebon, serta Tenaga Ahli Pendamping Kementerian Desa.
Berbagai perspektif yang dibagikan dalam pertemuan ini memperlihatkan bahwa membangun BUMDes tidak cukup hanya dengan mendirikan badan usaha. Diperlukan pengelolaan yang transparan, perencanaan yang matang, administrasi yang tertib, serta kemampuan membaca peluang ekonomi di tengah masyarakat.
Membangun Kepercayaan Melalui Tata Kelola yang Baik
Dalam pengembangan BUMDes, kepercayaan menjadi salah satu modal penting. Pengelolaan keuangan yang akuntabel dan kegiatan usaha yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Materi dari BPKP Pusat dan Inspektorat Kabupaten Cirebon menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman mengenai pengawasan, kepatuhan, serta tata kelola kelembagaan. Dengan pemahaman tersebut, BUMDes diharapkan mampu mengelola potensi desa secara lebih terarah dan bertanggung jawab.
Di sisi lain, kehadiran BULOG Cirebon membuka ruang pembahasan mengenai potensi sektor pangan sebagai salah satu bidang yang dapat dikembangkan oleh BUMDes. Potensi tersebut dapat menjadi peluang bagi desa untuk memperkuat aktivitas ekonomi lokal melalui pengembangan usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayahnya.
Belajar dari Pengalaman, Bertumbuh Bersama
Salah satu bagian menarik dalam pertemuan ini adalah sesi sharing bersama BUMDes Munjul. Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman mengenai praktik pengelolaan usaha di lapangan.
Pertukaran pengalaman antardesa memiliki arti penting. Setiap desa memiliki potensi, tantangan, dan karakteristik yang berbeda. Melalui dialog dan pembelajaran bersama, pengalaman satu BUMDes dapat menjadi inspirasi bagi BUMDes lainnya untuk menemukan pendekatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Semangat kolaborasi ini menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi desa tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Jaringan komunikasi dan kemauan untuk belajar bersama dapat menjadi kekuatan dalam membangun ekosistem usaha desa yang lebih tangguh.
Laporan Keuangan, Fondasi Keberlanjutan Usaha
Selain pengembangan usaha dan penguatan pengawasan, pertemuan ini juga membahas laporan keuangan BUMDes melalui pemaparan Tenaga Ahli Pendamping Kementerian Desa.
Penyusunan laporan keuangan yang tertib merupakan bagian penting dari profesionalisme pengelolaan usaha. Melalui pencatatan transaksi yang baik dan pelaporan yang sistematis, pengelola dapat mengetahui kondisi keuangan, mengevaluasi kinerja usaha, serta menyusun langkah pengembangan berdasarkan informasi yang lebih terukur.
Laporan keuangan juga membantu membangun transparansi kepada pemerintah desa dan masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan BUMDes tidak hanya berorientasi pada kegiatan usaha, tetapi juga pada kepercayaan publik dan kebermanfaatan jangka panjang.
Ketika Desa Menjadi Penggerak Ekonomi
Pertemuan Lembaga Ekonomi Desa BUMDes Kabupaten Cirebon ini menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi dapat dimulai dari langkah-langkah konkret di tingkat desa: memperbaiki tata kelola, mengembangkan potensi lokal, membangun kemitraan, dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.
BUMDes yang dikelola dengan baik berpeluang menjadi penghubung antara potensi desa dan kebutuhan pasar. Dampaknya diharapkan tidak berhenti pada pertumbuhan usaha, tetapi juga meluas pada terbukanya kesempatan kerja, meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, serta bertambahnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
Pada akhirnya, desa yang kuat bukan hanya desa yang memiliki sumber daya melimpah, melainkan desa yang mampu mengelolanya secara bijak, transparan, dan berkelanjutan.
Dari Kabupaten Cirebon, upaya memperkuat BUMDes menjadi bagian dari harapan yang lebih besar: membangun desa yang mandiri, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan untuk Indonesia yang lebih sejahtera.
Karena ketika desa tumbuh, masyarakat ikut maju. dan ketika ekonomi desa bergerak, masa depan Indonesia turut menguat.


