Sound horeg di Jawa Timur semakin dikenal lewat berbagai karnaval, tetapi juga memunculkan keluhan akibat suara dan getarannya. Sejumlah insiden dilaporkan terjadi di beberapa daerah, mulai dari kerusakan barang hingga kecelakaan dan kematian. Kondisi tersebut turut mendorong keluarnya fatwa MUI Jawa Timur terkait penggunaan sound horeg yang menimbulkan mudarat.
Di Madura, suara keras memiliki tradisi berbeda melalui kentongan tong-tong. Tradisi ini telah digunakan untuk menjaga keamanan kampung, kemudian berkembang menjadi arak-arakan dengan tambahan alat musik. Sejak 2013, tong-tong menjadi festival tahunan di Sumenep dan masuk Kalender Event Nasional.
Tong-tong juga memberi dampak bagi UMKM dan pariwisata. Kompetisinya menilai kreativitas aransemen, kekompakan pemain, kostum, dan kendaraan hias. Pengembangan tradisi ini dinilai dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk melestarikan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kampung.












