Kebiasaan decluttering mulai banyak dilakukan oleh anak muda. Barang yang tidak lagi digunakan tidak selalu dibuang, tetapi bisa diperbaiki, dijual kembali, didonasikan, ditukar, atau diberikan kepada pemilik baru. Kebiasaan ini sebenarnya sudah lama dilakukan, ketika barang digunakan selama mungkin sebelum diganti.
Perubahan budaya konsumsi membuat barang semakin mudah dibeli dan tren bergerak cepat. Kondisi tersebut mendorong munculnya berbagai gerakan, seperti Bersaling Silang dari Lyfe with Less dan gerakan #TukarBaju dari Zero Waste Indonesia, yang memberi kesempatan kedua bagi barang bekas.
Bagi anak muda, decluttering menjadi cara menata kembali barang yang dimiliki. Gerakan ini tidak berarti berhenti berbelanja, tetapi mendorong penggunaan barang lebih lama dan pembelian yang lebih bijak.











