Situs Plangon berada di Desa Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, di sebuah bukit dengan luas sekitar 48 hektar.
Di puncaknya terdapat makam dua tokoh penyebar Islam di wilayah barat Cirebon, yaitu Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan. Kawasan ini juga dihuni kawanan monyet liar yang sudah terbiasa dengan kehadiran manusia.
Karena itu pengunjung Plangon datang dengan dua tujuan. Sebagian datang untuk berziarah, sebagian lain untuk melihat dan memberi makan monyet, terutama keluarga yang membawa anak-anak. Keduanya bisa dilakukan dalam satu kunjungan.
Sekilas Mengenai Situs Plangon
Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan adalah putra Raja Sulaeman bin Hud Al Baghdad, seorang raja dari Baghdad, Irak.
Pangeran Panjunan dikenal juga dengan nama Syarif Abdurrahman atau Syekh Abdurakhman, sedangkan Pangeran Kejaksan adalah adiknya yang bernama Syarif Abdurrahim. Menurut penjelasan yang dikutip detikJabar dari seorang pemerhati sejarah setempat, keduanya hidup sekitar tahun 1470 M dan berperan dalam penyebaran Islam di Cirebon.
Pangeran Kejaksan dalam sumber lain disebut sebagai putra yang sangat dinantikan Pangeran Cakrabuana, dan dikenang sebagai jaksa yang jujur dan adil. Keduanya dimakamkan di puncak Bukit Plangon, yang pada masa lalu disebut-sebut menjadi tempat berkumpul pasukan mereka.
Soal monyetnya, cerita yang beredar menyebut awalnya hanya ada sepasang monyet yang dibawa Pangeran Panjunan dari perjalanannya ke Aceh. Lingkungan bukit yang cocok membuat monyet-monyet itu berkembang biak dan menetap.
Ada pula kepercayaan setempat bahwa jumlah monyet di sekitar makam selalu 99 ekor dan tidak pernah berubah. Angka itu belum bisa dibuktikan, jadi lebih tepat dipandang sebagai cerita turun-temurun.
Daya Tarik Utama Situs Plangon
Makam kedua pangeran berada di dalam bangunan berukuran 3,15 x 3,25 meter yang disusun dari bata merah dan dilapisi keramik berpadu gaya Arab dan Eropa.
Bangunan itu memiliki dua pintu, masing-masing menuju makam Pangeran Panjunan dan makam Pangeran Kejaksan. Untuk masuk ke dalam makam, pengunjung perlu meminta izin terlebih dahulu kepada juru kunci.
Perjalanan menuju makam ditempuh dengan menaiki anak tangga yang sudah tertata, melewati pepohonan rindang. Monyet ekor panjang akan terlihat di sepanjang jalur ini, dan menurut pengunjung yang dikutip detikJabar, monyet-monyet di sini tergolong jinak meskipun berstatus liar. Pengunjung boleh memberi makan, tetapi tetap perlu menjaga barang bawaan karena mereka adalah satwa liar.
Selain ziarah dan melihat monyet, kawasan hutan di sekitar makam juga cukup teduh untuk berjalan santai. Itu yang membuat Plangon sering dijadikan tujuan keluarga di akhir pekan.
Akses Menuju Situs Plangon
Situs Plangon berada di Desa Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Dari pusat Kota Cirebon, pengunjung bisa menuju lokasi menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau ojek online dengan memasukkan nama Situs Plangon di aplikasi peta.
Situs Plangon buka setiap hari selama 24 jam. Untuk berkunjung sebagai wisatawan, pagi hari adalah waktu yang disarankan karena udara masih sejuk dan monyet-monyet lebih aktif terlihat.
Tiket masuk Rp3.000 per orang. Harga ini berasal dari pemberitaan beberapa tahun terakhir sehingga ada kemungkinan sudah berubah, jadi sebaiknya disiapkan sedikit uang tunai tambahan. Karena berstatus situs ziarah, pengunjung diminta berpakaian sopan dan menjaga sikap selama berada di area makam.
Ayo Berkunjung ke Situs Plangon!
Situs Plangon cocok untuk Kawan GNFI yang ingin menggabungkan ziarah dengan wisata ringan bersama keluarga. Datanglah pagi hari, kenakan pakaian yang sopan, dan simpan barang bawaan dengan baik saat bertemu monyet di jalur tangga.
Kunjungan ini bisa dilanjutkan ke Keraton Kasepuhan atau Masjid Agung Sang Cipta Rasa agar perjalanan di Cirebon lebih lengkap. Selamat berkunjung!


