gunung muria kacamata 1602 mdpl wisata tempur jepara - News | Good News From Indonesia 2026

Gunung Muria: Kacamata wisata 1.602 MDPL Desa Tempur, Kabupaten Jepara

Gunung Muria: Kacamata wisata 1.602 MDPL Desa Tempur, Kabupaten Jepara
images info

Gunung Muria | Alya Azzanatu Syifa


Gunung merupakan destinasi wisata yang sangat digemari oleh masyarakat indonesia sejak dahulu kala. Banyak gunung-gunung di Indonesia yang menjadi tempat berwisata untuk merilekskan tubuh. Dilansir dari penggadaian.co.id Indonesia memiliki deretan gunung yang sangat menantang yang digemari para pendaki dengan menyuguhkan pemandangan alam yang mengagumkan.

Indonesia memiliki anugerah alam berupa gunung yang tidak kalah tertandingi dengan wisata gunung negara lain. Gunung-gunung yang terletak di Indonesia sangatlah indah pemandangannya seperti Gunung Rinjani, Gunung Merbabu, Gunung Bromo, Gunung Selamet dan sebagainya.

Salah satu wilayah yang dianugerahi gunung berpemandangan indah merupakan wilayah di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Gunung Muria memiliki tinggi berkisar 1.602 mdpl. Gunung ini tersebar ke tiga wilayah yakni Kabupaten Jepara di bagian barat laut, Kabupaten Pati di bagian timur, Kabupaten Kudus di bagian selatan.

baca juga

Gunung ini memiliki beberapa pintu masuk menuju puncak yang dikenal dengan 7 summits Muria. Jalur masuk via Kabupaten Kudus berada pada dua pintu yaitu Desa Rahtawu, Kecamatan gebok. Jalur ini dapat mencapai puncak songolikur atau puncak 29 (1.602 mdpl), puncak natas angin (1.519 mdpl), puncak abiyoso, puncak songgo langit, puncak tunggangan. 

Jalur masuk via Kabupaten Jepara berada pada posisi jalur dengan tawaran pemandangan menuju puncak yang sangatlah asri dan hijau. Jalur ini memiliki pintu masuk pada Desa Tempur, Kecamatan Keling. Dapat menuju puncak Candi Angin (1.309 mdpl) dan puncak songolikur.

Jalur masuk via Kabupaten pati, jalur ini memiliki tanjakan yang cukup ekstrem. Jalur ini kurang cocok bagi pemula. Jalur ini berada pada sisi timur laut pegunungan muria via Desa Gembong Pati dan Tlogowungu, Pati.dengan suasana yang sunyi. Jalur ini dapat menuju puncak Argopiloso dan puncak Termulus.

Gunung Muria memiliki jalur favorit bagi banyak pendaki yaitu via Desa Rahtawu, yang memiliki petilasan terkenal yaitu petilasan Eyang Abiyoso. 

baca juga

Meskipun gunung ini banyak di kunjungi para pendaki, htm gunung ini cukuplah ramah di kantong para pendaki. Simaksi gunung ini berkisar Rp5.000 per orang. Untuk perlengkapan dan bekal pendakian dapat disiapkan sendiri oleh para pendaki.

Gunung ini juga memiliki wisata religi seperti Makam Sunan Muria di Colo, kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Dimana banyak pengunjung yang berasal dari berbagai daerah gemat berziarah ke makam wali satu ini.

Gunung Muria sangat menarik perhatian para pendaki dari berbagai daerah dikala akhir pekan, musim liburan, dan hari-hari tertentu ketika m aktivitas pendakian meningkat. Meskipun jumlah pendakian Gunung Muria dapat berubah sesuai musim dan kondisi cuaca, popularitas gunung muria sebagai tujuan pendakian perlu diimbangi dengan kesadaran dengan menjaga kelestarian seperti tidak membuang sampah sembarangan.

Sebelum mendaki, setiap pendaki sebaiknya mempersiapkan kondisi fisik, perlengkapan yang memadai, pakaian hangat, makanan, air minum, obat-obatan pribadi serta, jas hujan untuk mengantisipasi perubahan cuaca. Selain itu, penting untuk memeriksa jalur pendakian, cuaca terkini, peraturan pengelola, dan estimasi waktu perjalanan sebelum berangkat.

baca juga

Pendaki juga dianjurkan membawa kembali sampah, tidak merusak vegetasi, serta mematuhi arahan petugas selama perjalanan. Dengan persiapan yang matang dan sikap bertanggungjawab, pendakian di Gunung Muria dapat menjadi pengalaman yang aman, nyaman dan berkesan.

Pendakian di Gunung Muria ini sangatlah memperlukan kesiapan mental yang matang dalam menghadapi jalur pendakian. Oleh karena itu, mari menjadikan Gunung Muria bukan hanya sebagai destinasi pendakian yang menarik, tetapi juga kawasan alam yang tetap bersih, lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.