tradisi bau nyale di lombok legenda putri mandalika dari suku sasak - News | Good News From Indonesia 2026

Tradisi Bau Nyale di Lombok: Legenda Putri Mandalika dari Suku Sasak

Tradisi Bau Nyale di Lombok: Legenda Putri Mandalika dari Suku Sasak
images info

Tradisi Bau Nyale (Source, San Jmx, Wikimedia Commons)


Kawan GNFI, mari jalan-jalan ke Provinsi Nusa Tenggara Barat di pulau Lombok yang memiliki bermacam budaya dan tradisi unik. Salah satu di antaranya adalah tradisi bau nyale yang konon katanya berlandaskan dari legenda putri Mandalika.

Tradisi yang merupakan acara tahunan ini dilestarikan oleh masyarakat suku Sasak namun, kini dilakukan semua masyarakat dari Lombok Tengah, Lombok Barat, sampai Lombok Timur.

Asal-Usul Tradisi Bau Nyale

Tradisi yang dilakukan setahun setiap tanggal 20 pada bulan ke-10 sesuai perhitungan dari suku Sasak, yang mana bulan tersebut akan jatuh sekitar bulan Februari berlokasi di Pantai Seger Lombok dan berkembangan ke beberapa lokasi lainnya. Bau nyale artinya menangkap cacing, yang mana berasal dari bahasa Sasak yaitu, kata โ€œBauโ€ artinya menangkap dan โ€œNyaleโ€ artinya cacing laut.

Dibalik tradisi tersebut ada legenda yang menjadi cerita turun temurun yaitu, sang putri Mandalika yang sosoknya lemah lembut, bijaksana serta parasnya menawan. Putri dari raja Raden Panji Kusuma itu telah menjadi idaman dari para raja. Akan tetapi, hal tersebut berdampak negatif, dimana raja yang ingin menjadikan Mandalika permaisuri bersaing secara tidak sehat.ย 

baca juga

Bahkan, mengancam akan ada perang dengan kerajaan lain dan kerajaan ayah sang putri kalau pinangannya ditolak. Akhirnya, sang putri yang menimbang-nimbangan dan memutuskan untuk pergi selamanya meninggalkan orang-orang yang mengasihinya. Putri Mandalika melompat dari tebing yang dibawahnya laut, ia hilang tanpa jejak.

Raja yang melihat kejadian tersebut langsung ikut melompat, berusaha mencari tubuh dari sang putri tapi nihil. Hanya ada cacing berwarna-warni serta bercahaya yang bertebaran di air yang kini dikenal dengan nyale. Malah, cacing tersebut diduga jelmaan dari sang putri karena pakaian yang terakhir kali digunakan juga berwarna-warni.

Oleh karena itu, tradisi ini bukan hanya sekedar perayaan tahunan tetapi sebagai representasi dari sang putri Mandalika yang berjiwa besar mengorbankan dirinya untuk kedamain dan kepentingan rakyat.

Makna dari Tradisi Bau Nyale

Putri Mandalika yang menjadi sosok asal-usul dari tradisi budaya bau nyale ini menjadi gambaran keberanian dan kepeduliannya kepada masyarakat. Bagi yang percaya jelmaan yang berupa cacing akan membawa kesejahteraan dan keberuntungan. Dan cacing-cacing tersebut akan dilemparkan di sawah agar tanaman padi subur serta dibuat menjadi makanan.

baca juga

Hal ini juga menjadi representasi masyarakat untuk tetap bersatu dalam melestarikan warisan budaya maupun nilai-nilai moral lainnya seperti, kebersamaan, kedamaian, dan menghargai satu sama lain

Pelaksanaan Tradisi Bau Nyale

Tradisi bau nyale akan dilaksanakan setelah menentukan waktu baik yang sesuai dengan penanggalan suku Sasak. Dalam hal ini akan ada pertemuan antara tokoh adat yang kemudian dilanjutkan pembacaan lontar (mepaosan) dengan melantunkan nyanyian tradisional yang dilakukan sehari sebelum tradisi bau nyale.

Pada sore harinya di pantai Seger yang menjadi lokasi pusat tradisi bau nyale, masyarakat berkumpul untuk berkemah hingga tengah malam. Saat dini hari, pukul 03.00 sampai 04.00 Wita bau nyale atau menangkap cacing akan berlangsung. Namun, sebelum turun, toko adat akan membentuk lingkaran yang ditengahnya terdapat buah-buah (Nede Rahayu Ayuning Jagad).

Adapun perlengkapan masyarakat yang hadir akan membawa berupa jaring untuk menangkap nyale (cacing), selain itu menyiapkan senter atau obor sebagai alat penerangan.

baca juga

Kawan GNFI, Indonesia, bangsa kita ini sungguh kaya! Berbanggalah. Berdasarkan uraian di atas menandakan bahwa tradisi yang dimiliki setiap daerah sangat unik dan ada cerita dibaliknya. Maka dari itu, Kawan GNFI mari lestarikan budaya yang sudah dimiliki dan ambil maknanya.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

YT
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.