kebijakan raffles di indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Kebijakan Thomas Stamford Raffles yang Berdampak Positif untuk Indonesia

Kebijakan Thomas Stamford Raffles yang Berdampak Positif untuk Indonesia
images info

Kebijakan Thomas Stamford Raffles yang Berdampak Positif untuk Indonesia | Wikimedia Commons @Mike Prince


Kebijakan Thomas Stamford Raffles tidak lepas dari sejarah masa penjajahan di Nusantara. Letnan Gubernur yang berkuasa di Hindia Belanda sejak tahun 1811 hingga 1816 ini memang membuat beberapa kebijakan selama mendiami tanah Nusantara. Salah satu kebijakan Raffles paling terkenal adalah sistem sewa tanah atau yang dikenal dengan istilah Land Rent atau landelijk stelsel.

Meski menurut catatan sejarah, kebijakan Raffles yang paling terkenal memberatkan bahkan memberi penderitaan bagi rakyat, ada sejumlah kebijakannya yang uniknya berdampak positif bagi rakyat Nusantara kala itu.

Lantas, apa saja peninggalan aturan yang perlahan mengubah tatanan sosial kala itu, dan mengapa bisa berdampak positif di tengah era kolonialisme? Mari kita menelusuri jejak langkahnya sebelum mengulas deretan aturannya di Nusantara.

Siapa Thomas Stamford Raffles?

Profil Thomas Stamford Raffles dan Kebijakannya di Indonesia yang Positif | Pemkot Jogja
info gambar

Profil Thomas Stamford Raffles dan Kebijakannya di Indonesia yang Positif | Pemkot Jogja


Menurut jurnal Sinaga dkk., (2024), Thomas Stamford Raffles adalah putra dari Benjamin Raffles, seorang kapten kapal di Hibbers & Co. Ia dilahirkan secara tidak biasa di atas kapal yang sedang merapat ke Pelabuhan Morant, Jamaika, pada tanggal 6 Juli 1781. Sementara itu, sang ibu, Anne Lyde Lindeman, adalah adik dari seorang pastor.

baca juga

Sayangnya, kehidupan masa kecil Raffles diwarnai dengan kemiskinan dan keterbatasan, terutama sejak ayahnya meninggal dunia. Kondisi finansial yang serba kekurangan ini sangat memengaruhi status sosialnya karena sulitnya keluarganya mendapatkan akses pendidikan.

Raffles sendiri mengemban tugas di Pulau Jawa sejak 1811 sampai 1816. Dalam periode yang singkat, ia juga sempat menguasai tanah Bengkulu dan bahkan menemukan Tumasik atau Singapura.

Kebijakan Raffles yang Berdampak Positif Bagi Indonesia

Selama memegang jabatan di Indonesia, Raffles mengeluarkan beberapa kebijakan di bidang ekonomi hingga sosial. Masa kepemimpinannya di Jawa terbilang sangat singkat. Meski begitu, kehadiran Thomas Stamford Raffles di Indonesia membawa secuil gebrakan yang pada akhirnya meninggalkan warisan positif bagi masyarakat.

1. Kebebasan Tanam Bagi Petani

Raffles berupaya melepaskan Jawa dari sistem eksploitasi yang kaku hasil peninggalan Belanda. Ia memberikan kebebasan kepada petani untuk menentukan dan menanam sendiri jenis tanaman komersial (cash crops) yang laku di pasaran dunia.

Dikutip dari jurnal Setyawan (2020), gagasan ini dinilai jauh lebih manusiawi dibandingkan sistem tanam paksa (cultuur stelsel) yang diterapkan Belanda pada era sebelumnya. Ia ingin menghapus segala penyerahan wajib dan kerja rodi yang ditujukan untuk kepentingan pemerintah.

baca juga

2. Penghapusan Perbudakan

Selain di sektor agraris, Raffles juga memiliki cita-cita mewujudkan keadilan dan kesetaraan di masyarakat. Di matanya, sistem budak adalah sesuatu yang kuno, feodal, dan sudah tidak relevan.

Dikutip dari penelitian Wijaya (2017), ia merancang sistem penghapusan perbudakan dengan menggunakan instrumen ekonomi, yakni menerapkan pajak khusus untuk rakyat yang masih memiliki budak. Tujuannya agar penduduk perlahan mau melepaskan hamba sahaya mereka.

Meski memiliki cita-cita luhur bagi masyarakat kelas bawah, tidak memungkiri bahwa tindakannya pun menyisakan paradoks. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa ia nyatanya juga mengirimkan pekerjanya ke Alexander yang sedang membuka kebun, yang justru menyebabkan penderitaan bagi para pekerja tersebut.

baca juga

3. Penemuan Bunga Rafflesia Arnoldi

Tidak hanya memikirkan politik dan birokrasi, Stamford Raffles memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan ilmu biologi. Ia menaruh perhatian pada kekayaan alam Nusantara yang salah satunya tertuang melalui ekspedisi bersama seorang dokter bernama Dr. Arnold.

Dikutip dari jurnal Paramita (2017), nama Rafflesia arnoldii diambil untuk menghargai Dr. Arnold yang menyertai perjalanannya, di mana tak lama berselang, sang dokter wafat karena terjangkit malaria. Flora endemik raksasa ini memiliki aroma khas dan mempunyai nama lokal "Kotak Bekal Setan".

4. Membuat Aturan Lalu Lintas Berjalan di Lajur Kiri

Sistem berkendara yang berlaku di jalan raya Indonesia hari ini adalah salah satu peninggalan Raffles. Dikutip dari jurnal Setyawan (2020), pada masa lampau kendaraan di Batavia seperti andong bebas berjalan di jalur mana saja dan sering kali berpindah arah hanya untuk memilih sisi jalan yang tidak berlubang.

Memperbaiki kesemrawutan tersebut, Raffles lantas memberlakukan sistem berjalan di lajur kiri layaknya gaya berkendara di Inggris. Tujuannya tidak lain adalah agar lalu lintas dalam perjalanan lebih teratur.

baca juga

5. Menyusun Buku The History of Java

Sebagai ilmuwan sekaligus letnan, ia memiliki ketertarikan terhadap budaya, sejarah, dan sastra lokal. Hal ini mendorongnya menulis buku berjudul The History of Java yang menjadi literatur penting mengenai peradaban masyarakat Jawa di masa lampau.

Namun, akademisi modern tetap mengkritisi bahwa karya tulis tersebut tak lepas dari pandangan kolonial, mengingat kehadirannya di Jawa mau tidak mau membawa motif politik demi kepentingan imperium Inggris.

Itulah kepingan catatan sejarah mengenai Thomas Stamford Raffles selama mendiami Nusantara. Ingin terus menggali kisah menarik dan wawasan budaya masa lampau? Mari perbanyak membaca beragam artikel yang merangkum pengetahuan soal info unik terkait Nusantara hanya di Good News From Indonesia.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Allicia Dhea lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Allicia Dhea.

AD
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.