mengenal leani ratri dan hikmat ramdani duo para bulu tangkis berprestasi - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Leani Ratri dan Hikmat Ramdani, Duo Para Bulu Tangkis Berprestasi

Mengenal Leani Ratri dan Hikmat Ramdani, Duo Para Bulu Tangkis Berprestasi
images info

Mengenal Leani Ratri dan Hikmat Ramdani, Duo Para Bulu Tangkis Berprestasi | Wikimedia Commons | Instagram @oktila_lr


Kabar membanggakan kembali datang dari dunia olahraga Indonesia. Pasangan ganda campuran para bulu tangkis, Leani Ratri Oktila dan Hikmat Ramdani, berhasil menyumbangkan medali emas bagi Indonesia dalam ajang Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.

Keduanya meraih medali emas nomor ganda campuran SL3-SU5 setelah mengalahkan pasangan India, Thulasimathi Murugesan dan Nitesh Kumar, pada Jumat (23/10/2026).

Pertandingan berlangsung sengit setelah Ratri/Hikmat kehilangan gim pertama dengan skor 11-21. Namun, keduanya berhasil bangkit dan memenangkan dua gim berikutnya dengan skor 21-19 dan 21-14.

Kemenangan ini sekaligus menandai keberhasilan Ratri meraih empat medali emas secara beruntun di nomor ganda campuran Asian Para Games, mulai dari Incheon 2014, Jakarta 2018, Hangzhou 2022, hingga Nagoya 2026. Meski demikian, pencapaian tersebut diraih Ratri bersama pasangan yang berbeda pada edisi-edisi sebelumnya.

Di balik keberhasilan tersebut, Ratri dan Hikmat memiliki perjalanan karier yang tidak selalu mudah. Keduanya pernah mengalami kecelakaan yang memengaruhi kondisi fisik, tetapi tetap melanjutkan karier sebagai atlet hingga berhasil mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.

Leani Ratri Oktila, dari Kecelakaan hingga menjadi "Ratu Para Bulu Tangkis"

Leani Ratri Oktila merupakan atlet para bulu tangkis kelahiran 6 Mei 1991 di Kabupaten Kampar, Riau. Perempuan yang akrab disapa Ratri ini telah mengenal olahraga bulu tangkis sejak berusia tujuh tahun melalui bimbingan orang tuanya.

Sebelum menjadi atlet para bulu tangkis, Ratri mengawali kariernya sebagai atlet bulu tangkis non disabilitas. Ia bahkan telah mengikuti berbagai kompetisi dan mewakili daerahnya dalam kejuaraan tingkat nasional.

Namun, perjalanan kariernya mengalami perubahan setelah ia mengalami kecelakaan sepeda motor pada 2011. Kecelakaan tersebut menyebabkan cedera pada kaki kirinya hingga menjadi sekitar tujuh sentimeter lebih pendek dibandingkan kaki kanan.

baca juga

Kondisi tersebut sempat membuat Ratri merasa karier bulu tangkisnya telah berakhir. Berkat dukungan keluarga, ia kembali berlatih dan melanjutkan karier melalui cabang olahraga para bulu tangkis.

Pada 2012, Ratri berhasil meraih satu medali emas dan satu perak dalam Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Riau. Setahun kemudian, ia bergabung dengan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia untuk mengembangkan kariernya sebagai atlet nasional.

Sejak saat itu, berbagai prestasi internasional berhasil diraihnya. Ratri memenangkan medali emas ganda campuran Asian Para Games 2014 di Incheon, kemudian kembali meraih emas ganda campuran dan ganda putri pada Asian Para Games 2018 di Jakarta.

Prestasinya berlanjut hingga Paralimpiade Tokyo 2020 yang diselenggarakan pada 2021. Dalam penampilan perdananya di ajang tersebut, Ratri berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu perak.

Berkat pencapaiannya, Ratri juga pernah menerima penghargaan sebagai atlet para bulu tangkis putri terbaik dunia dari Badminton World Federation (BWF) pada 2018 dan 2019.

Hikmat Ramdani, Atlet Asal Tasikmalaya yang Berprestasi di Kancah Dunia

Sementara itu, Hikmat Ramdani merupakan atlet para bulu tangkis asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang lahir pada 25 Maret 2001.

Seperti Ratri, Hikmat juga telah mengenal olahraga bulu tangkis sejak kecil. Ia mulai bermain bulu tangkis ketika duduk di bangku sekolah dasar.

Namun, saat kelas lima SD, Hikmat mengalami kecelakaan sepeda motor yang menyebabkan cedera pada bagian pinggulnya. Akibat kecelakaan tersebut, ia mengalami keterbatasan gerak pada kaki dan kemudian berkompetisi dalam klasifikasi SL4.

Hikmat sempat berhenti bermain bulu tangkis selama beberapa tahun untuk menjalani pemulihan. Ia kemudian kembali menekuni olahraga tersebut hingga berhasil bergabung dengan pelatihan nasional para bulu tangkis.

Perjalanan kariernya mulai menunjukkan hasil melalui berbagai kompetisi. Pada Asian Youth Para Games 2017 di Dubai, Hikmat berhasil meraih medali emas pada nomor tunggal putra dan ganda campuran.

Prestasi tersebut berlanjut pada Peparnas XVI Papua 2021. Hikmat berhasil meraih medali emas tunggal putra SL4 setelah mengalahkan Fredy Setiawan dalam pertandingan final.

Namanya semakin dikenal setelah berpasangan dengan Leani Ratri Oktila di nomor ganda campuran. Keduanya berhasil meraih medali emas ASEAN Para Games 2023 dan sejumlah kejuaraan internasional lainnya.

baca juga

Penampilan mereka juga mendapat pengakuan dari BWF setelah dinobatkan sebagai pasangan ganda campuran para bulu tangkis terbaik dunia pada 2023.

Pencapaian besar lainnya datang pada Paralimpiade Paris 2024. Hikmat bersama Ratri berhasil mempersembahkan medali emas bagi Indonesia setelah mengalahkan pasangan senegara, Fredy Setiawan dan Khalimatus Sadiyah, pada pertandingan final.

Keberhasilan tersebut menjadi medali emas Paralimpiade pertama bagi Hikmat sekaligus menambah deretan prestasi internasionalnya.

Terus Berprestasi dan Mengharumkan Nama Indonesia

Keberhasilan Ratri dan Hikmat di Asian Para Games 2026 menambah panjang daftar prestasi keduanya sebagai pasangan ganda campuran.

Kini, keduanya telah memiliki target berikutnya, yakni kembali tampil dan mempertahankan prestasi dalam Paralimpiade Los Angeles 2028.

Perjalanan Ratri dan Hikmat menunjukkan bahwa kondisi fisik bukanlah akhir dari kesempatan seseorang untuk terus menjalani hidup dan meraih cita-cita. Meski pernah menghadapi masa sulit akibat kecelakaan, keduanya tetap berlatih dan membuktikan kemampuan melalui berbagai prestasi.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.