Artotel ternyata tidak hanya mengurus dan mengoperasikan hotel. Mereka nantinya juga bisa ikut serta mengelola sarana olahraga.
Bicara soal Artotel, tentu tidak lepas dari bisnis perhotelan. Maklum saja, Artotel adalah grup bisnis yang punya lebih dari 100 hotel dan 10 ribu kamar tamu dengan berbagai kategori, mulai dari hotel ekonomis hingga mewah yang tersebar di seluruh Indonesia. Di mana-mana, hotel dengan nama Artotel pun sangat mudah ditemukan.
Meski demikian, mungkin belum banyak yang tahu jika Artotel juga membuka diri untuk mengelola sarana olahraga. Hal itu terungkap dalam diskusi Business Infrastructure Forum (BIF) yang diadakan pada Jumat, 11 September 2026 lalu, di Hall Cendrawasih, Jakarta International Convention Center (JICC). Di acara yang juga menjadi salah satu bagian dari Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 itu, Founder & CEO Artotel Group, Erastus Radjimin, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan aset-aset kawasan olahraga di Jawa Barat untuk dikembangkan menjadi destinasi sport tourism dan wellness.
“Kami meyakini bahwa sport tourism dan wellness akan menjadi masa depan hospitality. Oleh karena itu, kami mendukung penuh pengembangan keempat aset kawasan olahraga di Jawa Barat menjadi destinasi sport tourism dan wellness yang memiliki nilai serta aktivitas sepanjang tahun,” ujar Erastus.

Adapun kawasan olahraga di Jabar yang dimaksud adalah Kawasan Sport Jabar Arcamanik, Lahan Tanjungsari, Sarana Olahraga Lodaya, dan Sarana Olahraga Padjadjaran. Pada BIF tahun ini, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memaparkan potensi pengembangan empat aset kawasan olahraga tersebut.
Untuk diketahui, Sport Jabar Arcamanik merupakan kompleks olahraga terpadu di Kota Bandung yang awalnya merupakan area lapangan pacuan kuda sebelum dibangun kembali untuk perhelatan PON XIX 2016. Sementara itu, Lahan Tanjungsari terletak di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Lahan milik Pemprov Jabar ini memang dikembangkan untuk fasilitas olahraga dan ruang publik.
Selain Sport Jabar Arcamanik, dua kawasan olahraga lainnya, yakni SOR Lodaya, juga berada di Kota Bandung. SOR Lodaya dikelola oleh Pemkot Bandung dan terkenal dengan fasilitas lapangan sepak bola sintetis serta gedung olahraga (GOR) bulu tangkis. Sedangkan SOR Padjadjaran terdiri dari sejumlah fasilitas utama, seperti GOR Pajajaran, Stadion Pajajaran, dan GOR Tri Lomba Juang.
Dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki empat kawasan olahraga di Jabar, diyakini roda ekonomi bakal bergerak lebih cepat. Sebab, hal itu akan mendorong pertumbuhan industri olahraga nasional.
Untuk memaksimalkan potensi kawasan olahraga secara optimal, diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah dan sektor swasta. Banyak aktivitas yang dapat dihadirkan di sana agar kawasan olahraga tampil sebagai destinasi wisata yang mengusung konsep sport tourism dan wellness yang berguna untuk masyarakat.
“Kawasan olahraga tersebut harus diintegrasikan dengan sektor pariwisata seperti hospitality, retail, F&B, wellness, entertainment, serta komunitas untuk menjadi peluang dalam menciptakan utilisasi infrastruktur olahraga yang lebih konsisten sekaligus membuka sumber pendapatan baru,” lanjut Erastus.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


