buah perjuangan atlet disabilitas indonesia di asian para games 2026 73 medali didapat dan target terlampaui - News | Good News From Indonesia 2026

Buah Perjuangan Atlet Disabilitas Indonesia di Asian Para Games 2026: 73 Medali Didapat & Target Terlampaui

Buah Perjuangan Atlet Disabilitas Indonesia di Asian Para Games 2026: 73 Medali Didapat & Target Terlampaui
images info

Atlet Indonesia di Asian Para Games 2026 | Kemenpora


Perjuangan para atlet disabilitas Indonesia di Asian Para Games 2026 berbuah manis. Rentetan medali didapat, target pun berhasil terlewati.

Asian Para Games 2026 akhirnya selesai. Ajang olahragaย multievent yang mempertemukan para atlet disabilitas dari seluruh penjuru Asia itu ditutup lewat upacara yang dihelat di Stadion Paloma Mizuho pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Beberapa jam sebelum upacara penutupan dimulai, pertarungan sengit masih terjadi di mana sebagian di antaranya melibatkan atlet Indonesia. Dari cabor boccia misalnya, Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha berjuang menghadapi Thailand dalam laga perebutan medali emas. Di venue lain, ada Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan A. Hadi yang beraksi di caborย powerlifting.

Hasilnya, mereka semua berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia pada hari terakhir Asian Para Games 2026. Syafa, Gischa, dan Felix mengalahkan Thailand dengan skor telak 11-3. Lalu trio atletย powerlifting juga mencatatkan angkatan paling ciamik di antara para pesaingnya masing-masing.

Dengan berakhirnya Asian Para Games 2026, tuntas pula tugas para atlet Indonesia di sana. Sejak dibuka pada 18 Oktober 2026, anak-anak bangsa mengerahkan segala kemampuannya di Kota Nagoya maupun tempat lain di Prefektur Aichi, daerah yang menjadi tuan rumah Asian Para Games kali ini. Hasilnya, total 73 keping medali berhasil didapat, yang sekaligus menempatkan Indonesia di peringkat kedelapan ranking perolehan medali.

Ke-73 medali Indonesia terdiri dari 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Memang, Indonesia bukan di peringkat atas soal total perolehan medali jika dibandingkan dengan negara lain. Meski demikian, ini tetap jadi pencapaian ciamik yang dipersembahkan anak bangsa kepada negeri ini. Apalagi, untuk raihan emasnya sendiri, perolehannya sudah lebih dari dua kali lipat target awal, yakni tujuh emas.

Emas, perak, ataupun perunggu, semuanya didapat dari usaha keras. Perjuangan para atlet untuk mempersembahkan yang terbaik kepada Indonesia di Asian Para Games 2026 memang bukan proses instan. Di balik setiap keping medali yang dibawa pulang, ada keringat dan air mata yang menyertai perjalanan mereka.

Jangan bayangkan pula perjuangan para atlet baru dimulai sesampainya di Jepang saat turnamen dimulai. Jauh sebelumnya, persiapan dilakukan. Dengan penuh kesabaran dan ketekunan, para atlet didampingi pelatih serta staf lainnya melahap setiap menu latihan. Diketahui, kontingen Indonesia memulai pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk Asian Para Games 2026 di Solo dan Karanganyar, Jawa Tengah, selama 8 bulan sebelum keberangkatan, atau mulai sekitar Februari 2026.

Sebanyak 103 atlet dari 12 cabang olahraga mengikuti persiapan tersebut sebelum berangkat ke Jepang. Selama masa persiapan, mereka terus mengasahย skill, menjaga kebugaran, memperkuat otot, dan meningkatkan stamina, juga melakukan pemantauan kesehatan secara berkala. Dengan demikian, 73 medali itulah buah pengorbanan dan perjuangannya.

Atlet Indonesia di Asian Para Games 2026 | Kemenpora

baca juga

Perjuangan dan Apresiasi untukย 73 Medali Asian Para Games 2026

Perjuangan serta kerja keras seluruh atlet dan ofisial untuk mengharumkan nama bangsa di Asian Para Games 2026 pun menuai apresiasi tinggi. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir misalnya, secara khusus memuji semangat yang tidak kendur kendati target emas berhasil dicapai sebelum ajang berakhir.

"Saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang mendampingi bersama Ketua NPC Indonesia, Bapak Senny Marbun dan Chef de Mission, Prof. Reda Manthovani sangat mengapresiasi perjuangan seluruh atlet dan ofisial yang tampil total dan konsisten sejak hari pertama hingga hari terakhir demi menunjukkan kedigdayaan bangsa. Hebatnya perjuangan mereka juga sama sekali tak mengendur walaupun target emas sudah tercapai," ujar Erick.

Tak hanya kepada atlet, kerja sama dan kesepahaman antara National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Chef de Mission (CdM), dan Kemenpora juga diapresiasi. Sebab, kolaborasi berbagai pihak itu turut berperan dalam tercapainya target prestasi yang telah disepakati bersama.

Lebih dari raihan medali, keberhasilan yang didapat lewat kolaborasi ini membuktikan bahwa kerja sama yang solid, perencanaan yang matang, serta komitmen untuk menjalankan target prestasi secara terukur memang sangat dibutuhkan demi terwujudnya pembangunan olahraga nasional.

โ€œSaya juga sangat senang NPC dan CdM bekerja sama dengan baik serta mampu menepati target-target yang telah dikoordinasikan bersama Kemenpora. Inilah bukti mengapa dalam membangun olahraga kita harus kompak, dan juga harus benar-benar memastikan semua target bisa tercapai, sesuai dengan strategi besar pembangunan olahraga Indonesia,โ€ papar Erick.

baca juga

ย 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.