stasiun padang simpul utama perkeretaapian di ranah minang - News | Good News From Indonesia 2026

Stasiun Padang: Simpul Utama Perkeretaapian di Ranah Minang

Stasiun Padang: Simpul Utama Perkeretaapian di Ranah Minang
images info

KA yang berhenti di Stasiun Padang | Undeka 11/WikimediaCommons


Ikuti GNFI di WhatsApp

Stasiun Padang adalah stasiun kereta api kelas I yang menjadi simpul utama perkeretaapian di Sumatra Barat. Berlokasi di Simpang Haru, Padang Timur, stasiun ini beroperasi di bawah KAI Divisi Regional II Sumatra Barat.

Warga setempat menyebut stasiun ini sebagai Stasiun Simpang Haru. Stasiun ini menjadi saksi sejarah mobilitas masyarakat Padang sejak akhir abad ke-19.

Stasiun Padang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak 1998. Selain itu, stasiun ini juga berfungsi sebagai stasiun induk di Sumatra Barat. Ada tujuh jalur kereta api, depo lokomotif, depo kereta, serta balai yasa yang mendukung operasional stasiun.

Stasiun ini juga sudah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Surat Keputusan Walikota Padang Nomor 03 Tahun 1998.

baca juga

Sejarah Stasiun Padang

Melansir dari situs PT Kereta Api Indonesia (Persero), sejarah perkeretaapian Sumatra Barat berawal saat Belanda menerbitkan izin konsesi pada 6 Juli 1887. Staatsspoorwegen ter Sumatra's Westkust (SSS) sebagai perusahaan kereta api negara lalu memulai pembangunan jalur pada 6 Juli 1889.

Proyek garapan insinyur JW Ijzerman ini dirancang untuk menghubungkan Padang dengan tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto. Uniknya, pembangunannya melibatkan pekerja dari Minang, Nias, Jawa, hingga Cina.

Jalur segmen Pulau Aie menuju Padang Panjang sepanjang 71 kilometer dibuka pada 1 Juli 1891. Gubernur OM de Munnick dan rombongannya jadi penumpang perdana dari Stasiun Padang.

Pada 1 Oktober 1892, dibuka percabangan jalur 7 kilometer menuju Pelabuhan Teluk Bayur. Jalur ini menjadi jalur vital untuk pengangkutan batu bara menuju pelabuhan laut.

baca juga

Kawan GNFI, awalnya Stasiun Padang hanya berupa bangunan sederhana beratap peron besi dengan halaman untuk cikar dan dokar. Untuk operasional mandiri, dibangunlah empat los besar besi di Jalan Sawahan sebagai balai yasa.

Bengkel ini didirikan supaya perkeretaapian di wilayah Sumatra Barat tidak bergantung pada Jawa dalam perbaikan sarana. Kompleks ini dilengkapi tiga los kayu serta depo lokomotif untuk merawat sarana rel hingga jembatan Seberang Padang.

Selain batu bara, stasiun ini mengangkut komoditas ekspor seperti kopi, kayu manis, dan kopra.

Hub Konektivitas di Sumatra Barat

Stasiun Padang merupakan stasiun kelas besar yang menjadi pusat administrasi perkeretaapian Sumatra Barat. Pengelompokan kelas stasiun didasarkan pada fasilitas operasi, frekuensi lalu lintas, dan jumlah penumpang.

baca juga

Disadur dari ANTARA, stasiun ini mengoperasikan rute KA Minangkabau Ekspres, KA Pariaman Ekspres, dan KA perintis Lembah Anai. Rute-rute ini menghubungkan pusat kota, wilayah pesisir, hingga bandara.

KA Minangkabau Ekspres melayani rute Stasiun Pulau Aie menuju Bandara Internasional Minangkabau. Kereta bandara ini beroperasi 12 kali sehari.

Sementara itu, KA Pariaman Ekspres melayani relasi Pulau Aie hingga Stasiun Naras di Pariaman. Di sisi lain, ada KA Lembah Anai yang melayani relasi perintis menuju Kayu Tanam.

Stasiun Padang memiliki fasilitas yang dirancang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas. Seluruh area stasiun dibuat aksesibel untuk kenyamanan perjalanan bagi seluruh penumpang.

baca juga

Stasiun ini juga terintegrasi dengan bus Trans Padang Koridor 6. Integrasi ini memudahkan penumpang menuju pusat kota hingga kampus Unand Limau Manis.

Tak hanya itu, Stasiun Padang juga menjadi stasiun percontohan energi hijau di Sumatra Barat.

Di stasiun ini, sudah ada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 40,7 kWp beroperasi sejak Desember 2024. Inovasi ini menekan emisi karbon sekaligus mengurangi penggunaan energi fosil.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.