KAI Properti terus memperkuat kesiapan keselamatan di pelintasan sebidang melalui penyiapan sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur pendukung. Hingga 21 September 2026, sebanyak 748 peserta dipersiapkan menjadi Petugas Jaga Lintasan (PJL), sementara pembangunan gardu JPL telah berjalan di 181 lokasi dari target 190 lokasi.
Penyiapan personel tersebut dilakukan setelah KAI Properti menyelesaikan rangkaian rekrutmen PJL. Para peserta sebelumnya telah melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari administrasi, psikologi, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan.
Saat ini, peserta yang dinyatakan lolos memasuki tahap pembekalan dan sertifikasi kompetensi. Dari total 748 peserta, sebanyak 98 orang telah masuk jadwal uji kompetensi. Sementara itu, 650 peserta lainnya dijadwalkan mengikuti proses sertifikasi pada 21–25 September 2026.
Pelaksanaan sertifikasi dilakukan melalui enam tempat uji kompetensi yang tersebar di 13 area. Seluruh proses ditargetkan rampung pada 25 September 2026 sebelum para petugas ditempatkan sesuai kebutuhan wilayah operasional KAI.
748 Peserta Jalani Sertifikasi Kompetensi
Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengatakan sertifikasi menjadi tahapan penting untuk memastikan calon PJL memiliki kemampuan yang sesuai dengan tanggung jawabnya sebelum bertugas di lapangan.
“Proses menjadi PJL tidak berhenti setelah peserta dinyatakan lolos seleksi. Setiap peserta perlu melalui tahapan pembekalan dan sertifikasi kompetensi agar memiliki kesiapan dalam menjalankan tugas sesuai standar keselamatan yang berlaku. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para personel dalam memahami prosedur kerja, aspek keselamatan, serta tanggung jawab yang melekat dalam tugas penjagaan perlintasan sebidang,” ujar Bramantya.
Sebelumnya, proses rekrutmen PJL yang dilakukan KAI Properti menarik ribuan pelamar. Setelah melewati tahapan seleksi, peserta yang lolos kemudian mengikuti proses lanjutan berupa pengenalan tugas, pelatihan, hingga sertifikasi kompetensi.
Penyiapan personel ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan PJL di berbagai wilayah operasional KAI. Kehadiran petugas yang memiliki kompetensi diharapkan dapat mendukung pelaksanaan prosedur keselamatan pada pelintasan sebidang.
Selain aspek sumber daya manusia, KAI Properti juga menjalankan pembangunan fasilitas pendukung keselamatan. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan pengamanan pelintasan sebidang di berbagai wilayah.
Pembangunan Gardu JPL Capai 95,2 Persen
Dari target pembangunan gardu JPL di 190 lokasi, pekerjaan konstruksi hingga 21 September 2026 telah berlangsung di 181 lokasi. Dengan demikian, progres pembangunan mencapai 95,2 persen.
Pembangunan gardu JPL merupakan bagian dari program peningkatan fasilitas keselamatan pelintasan sebidang. Selain gardu, program tersebut mencakup penyediaan berbagai perlengkapan pendukung operasional yang dibutuhkan petugas dalam menjalankan tugas penjagaan.
Bramantya menegaskan bahwa peningkatan keselamatan membutuhkan kesiapan yang berjalan secara bersamaan antara infrastruktur dan sumber daya manusia.
“Fasilitas penjagaan dan kesiapan petugas merupakan dua hal yang saling mendukung dalam menjaga keselamatan perlintasan sebidang. Karena itu, KAI Properti memastikan pembangunan fasilitas pendukung terus dilakukan bersamaan dengan penyiapan kompetensi PJL. Dengan dukungan infrastruktur yang baik serta petugas yang kompeten, kami harap keselamatan di perlintasan sebidang dapat selalu terjaga,” tambah Bramantya.
Melalui sertifikasi kompetensi PJL dan pembangunan fasilitas keselamatan tersebut, KAI Properti melanjutkan upaya mendukung kesiapan operasional perkeretaapian. Ketersediaan petugas yang kompeten dan infrastruktur yang memadai diharapkan dapat memperkuat pengamanan pelintasan sebidang sekaligus mendukung perjalanan kereta api yang aman dan andal.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


