legenda putri bidadari putih dari kerajaan kutai martadipura cerita rakyat dari kalimantan timur - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Putri Bidadari Putih dari Kerajaan Kutai Martadipura, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur

Legenda Putri Bidadari Putih dari Kerajaan Kutai Martadipura, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur
images info

Legenda Putri Bidadari Putih dari Kerajaan Kutai Martadipura, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur | Magnific AI


Legenda Putri Bidadari Putih adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Kalimantan Timur. Legenda ini berkisah tentang seorang putri yang dikenal dengan kecantikannya.

Tidak hanya itu, sang putri juga memiliki kesaktian yang tinggi. Bahkan berkat kemampuannya, sang putri mampu membantu kerajaannya dalam pertempuran melawan pihak asing.

Bagaimana kisah dari legenda Putri Bidadari Putih tersebut?

Legenda Putri Bidadari Putih dari Kerajaan Kutai Martadipura, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur

Dinukil GNFI dari buku Serpihan Cerita Rakyat Kalimantan Timur, alkisah pada zaman dahulu berdiri sebuah kerajaan besar di tanah Kalimantan. Kerajaan tersebut bernama Kutai Martadipura.

Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana. Raja tersebut memiliki seorang putri yang bernama Putri Bidadari Putih.

Tidak hanya sekadar putri raja, Putri Bidadari Putih juga terkenal akan kecantikannya. Bahkan kecantikannya tersebut tersebar ke berbagai kerajaan lainnya.

Pada waktu itu, ada sebuah kerajaan di Cina. Kerajaan ini memiliki misi untuk menaklukkan semua wilayah yang ada di Asia.

Setelah berhasil mengalahkan kerajaan di India, pasukan kerajaan ini kemudian bergerak menuju Nusantara. Mereka pun berniat untuk menyerang Kerajaan Kutai Martadipura.

baca juga

Sesampainya di Kerajaan Kutai Martapura, putra mahkota Kerajaan Cina yang ikut dalam pasukan tersebut melihat secara langsung Putri Bidadari Putih. Dirinya pun merasa terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh sang putri.

Putra mahkota ini kemudian mengurungkan niat untuk menyerang Kerajaan Kutai Martadipura. Sebagai gantinya, dirinya berniat untuk mempersunting Putri Bidadari Putih menjadi istrinya.

Lamaran pun dikirimkan oleh sang putra mahkota ke Putri Bidadari Putih. Ketika menerima lamaran itu, Putri Bidadari Putih memilih untuk menerimanya.

Putri Bidadari Putih tahu jika pasukan Kerajaan Cina sudah banyak mengitari wilayahnya. Jika menolak lamaran itu, tentu Kerajaan Kutai Martadipura akan berada dalam ancaman.

baca juga

Kerajaan Kutai Martadipura pun menyambut kedatangan putra mahkota dari Cina dengan meriah. Tamu dari kerajaan asing tersebut kemudian dijamu ke sebuah perjamuan makan.

Sebelum perjamuan dimulai, putra mahkota memberikan hadiah pada Putri Bidadari Putih. Hadiah ini berupa kalung uncal dan kura-kura emas.

Hadiah ini juga menjadi mas kawin atas pernikahan mereka nanti. Putri Bidadari Putih pun menerima hadiah itu dengan senang hati.

Di tengah perjamuan, putra mahkota meminta pengawalnya untuk mengambilkan sumpit. Dia pun makan dengan menggunakan sumpit dan mulut yang sangat dekat dengan mangkuk.

baca juga

Para dayang mulai berbisik melihat cara makan sang putra mahkota. Mereka menganggap putra mahkota tersebut makan seperti koyo atau anjing.

Mendengar desas-desus tersebut, Putri Bidadari Putih pun menjadi malu. Dia pun memutuskan untuk membatalkan pernikahan yang sudah disepakati sebelumnya.

Putra mahkota tentu sangat marah mendengarkan hal tersebut. Akhirnya perang antara Kerajaan Cina dan Kerajaan Kutai Martadipura menjadi tidak terelakkan.

Melihat pertempuran yang pecah dengan sengitnya, Putri Bidadari Putih kemudian pergi ke pinggir sungai. Dirinya kemudian bersemedi agar bisa membantu kerajaannya.

baca juga

Setelah bersemedi, Putri Bidadari Putih kemudian melemparkan beberapa buah ranting. Ajaibnya ranting tersebut kemudian berubah menjadi lipan dengan jumlah yang berkali-kali lipat.

Pasukan lipan ini akhirnya melawan para tentara dari Kerajaan Cina. Akhirnya mereka berhasil memenangkan pertempuran hingga pasukan Kerajaan Cina tersebut mundur dari sana.

Kelak hadiah yang diberikan oleh putra mahkota untuk Putri Bidadari Putih tetap tinggal di sana. Saat Kerajaan Kutai Martadipura ditaklukkan oleh Kerajaan Kutai Kartanegara, harta kekayaan mereka, termasuk kalung uncal dan kura-kura emas pun diboyong ke kerajaan tersebut.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.