legenda kembang pejer jokotole kisah pengabdian seorang anak pada orang tuanya - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Kembang Pejer Jokotole, Kisah Pengabdian Seorang Anak pada Orang Tuanya

Legenda Kembang Pejer Jokotole, Kisah Pengabdian Seorang Anak pada Orang Tuanya
images info

Legenda Kembang Pejer Jokotole, Kisah Pengabdian Seorang Anak pada Orang Tuanya | Magnific AI


Legenda Kembang Pejer Jokotole adalah salah satu cerita rakyat yang memiliki pesan moral positif di dalamnya. Legenda ini berkisah tentang seorang anak yang berbakti, walau kepada orang tua angkatnya.

Berikut kisah lengkap dari legenda Kembang Pejer Jokotole tersebut.

Legenda Kembang Pejer Jokotole, Kisah Pengabdian Seorang Anak pada Orang Tuanya

Dinukil GNFI dari buku Penulisan Cerita Rakyat 2015, pada zaman dahulu hiduplah pasangan suami istri bernama Empu Kelleng dan Nyai Empu. Mereka memiliki seorang anak bernama Jokotole.

Pada suatu masa, Empu Kelleng dipanggil ke istana kerajaan. Dirinya bersama para pandai besi lainnya ditugaskan untuk membangun gerbang kerajaan baru.

Empu Kelleng pun berangkat memenuhi tugas tersebut. Dirinya mesti meninggalkan anak dan istrinya dalam waktu lama.

Beberapa bulan berlalu, Empu Kelleng masih belum kembali ke kediamannya. Nyai Empu mulai khawatir dengan kondisi suaminya.

Apalagi dirinya mendengar kabar jika Empu Kelleng sudah mulai sakit-sakitan dan kurus. Dirinya ingin suaminya bisa kembali ke rumah dengan selamat seperti sedia kala.

Nyai Empu kemudian memerintahkan anaknya untuk menyusul Empu Kelleng ke istana. Jokotole yang waktu itu masih remaja pun bersedia menjalankan tugas yang diberikan oleh sang ibu.

baca juga

Jokotole dibekali beberapa ubi oleh sang ibu. Setelah semua persiapan tersedia, Jokotole kemudian berangkat menyusul sang ayah ke istana kerajaan.

Di tengah perjalanan, Jokotole bertemu dengan pamannya, Adirasa. Dirinya pun ditanya hendak pergi ke mana.

Jokotole berkata jika dia hendak menyusul sang ayah, Empu Kelleng. Dia merasa kasihan dengan sang ibu yang terlihat sangat khawatir dengan kondisi ayahnya tersebut.

Adirasa merasa tersentuh melihat pribadi Jokotole. Padahal dia mengetahui sebuah rahasia besar terkait anak tersebut.

Akhirnya Adirasa membongkar rahasia yang selama ini disimpan dari Jokotole. Dia berkata jika Empu Kelleng dan Nyai Empu bukanlah orang tua Jokotole yang sebenarnya.

Dia berkata jika dulu Jokotole ditemukan dibuang oleh orang tua kandungnya. Untuk bertahan hidup, Jokotole menyusu pada hewan ternak miliki Empu Kelleng dan Nyai Empu.

Hal inilah yang membuat mereka mengetahui ada seorang bayi di sana. Hingga akhirnya Empu Kelleng dan Nyai Empu memutuskan untuk membesarkannya hingga sekarang.

Jokotole terlihat tenang mendengarkan cerita tersebut. Walaupun baru saja mengetahui sebuah rahasia besar, tidak ada sedikitpun rasa sedih dalam dirinya.

Adirasa pun memastikan kembali apakah Jokotole tetap akan membantu Empu Kelleng. Dengan mantap, Jokotole berkata jika dia tetap melanjutkan perjalanan dan menganggap Empu Kelleng sebagai ayah yang sudah membesarkannya.

Melihat tekad Jokotole, Adirasa pun tersentuh. Dirinya pun berniat membantu Jokotole.

Adirasa memberikan sebuah bunga pada Jokotole. Dia berkata jika Jokotole mesti memakan bunga itu.

Setelah itu, begitu tiba di istana kerajaan, Jokotole mesti membakar dirinya. Nantinya dari pusarnya akan keluar pejer yang berguna untuk membangun gerbang kerajaan.

baca juga

Adirasa berkata jika Jokotole tidak perlu khawatir. Sebab ketika pejer sudah keluar, dirinya hanya perlu disiram air dan akan kembali seperti semula.

Jokotole mendengarkan penjelasan pamannya dengan mantap. Dirinya kemudian berangkat menuju istana kerajaan.

Sesampainya di sana, Jokotole langsung berjumpa dengan sang ayah. Namun reuni kecil ini hanya berlangsung singkat.

Jokotole langsung pergi menghadap sang raja. Dia berkata jika bisa menyelesaikan gerbang yang ditugaskan pada sang ayah dan pandai besi lainnya.

baca juga

Sang raja mempersilahkan Jokotole melanjutkan pekerjaan seorang diri. Pandai besi lainnya, termasuk Empu Kelleng hanya terpana melihat keputusan Jokotole.

Dengan seksama, Jokotole menjalankan arahan yang diberikan oleh sang paman sebelumnya. Kobaran api besar pun menyala di depannya.

Tanpa ragu, Jokotole masuk ke dalam kobaran api itu. Benar saja, pajer pun keluar dari pusarnya dan menjadi gerbang kokoh untuk istana kerajaan.

Tidak lama kemudian, tubuh Jokotole pun disiram air. Dirinya kembali keluar dari kobaran api dalam kondisi sehat seperti sedia kala.

Akhirnya sang ayah dan pandai besi lainnya dibebaskan dari tugas yang diberikan sebelumnya. Tidak hanya itu, sang raja juga memberikan hadiah besar atas keberhasilan tersebut.

Jokotole pun kembali bersama sang ayah, Empu Kelleng. Walaupun bukan anak kandung, Jokotole sudah membulatkan tekad untuk membalas budi baik yang sudah Empu Kelleng dan Nyai Empu berikan untuknya selama ini.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.