legenda asal usul daerah sepinggan dan pulau tokong cerita rakyat dari kalimantan timur - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Asal Usul Daerah Sepinggan dan Pulau Tokong, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur

Legenda Asal Usul Daerah Sepinggan dan Pulau Tokong, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur
images info

Legenda Asal Usul Daerah Sepinggan dan Pulau Tokong, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur | Wikimedia Commons/Ezagren


Sepinggan dan Pulau Tokong adalah nama daerah serta pulau yang ada di Kalimantan Timur. Ada sebuah legenda dari Kalimantan Timur yang berkisah tentang legenda asal usul daerah Sepinggan dan Pulau Tokong tersebut.

Bagaimana kisah dari cerita rakyat Kalimantan Timur itu?

Legenda Asal Usul Daerah Sepinggan dan Pulau Tokong, Cerita Rakyat dari Kalimantan Timur

Dikutip GNFI dari buku Serpihan Cerita Rakyat Kalimantan Timur, pada zaman dahulu ada seorang tokoh bernama Aji Geger. Tokoh ini merupakan Sultan Paser yang pertama pada waktu itu.

Ketika berkuasa, Aji Geger memiliki seorang anak perempuan yang cantik jelita. Anak perempuannya itu bernama Aji Tatin.

baca juga

Tidak hanya cantik rupawan, Aji Tatin juga memiliki sifat yang baik budi. Dirinya selalu mematuhi perintah yang diberikan oleh sang ayah.

Seiring berjalannya waktu, Aji Tatin pun mulai tumbuh dewasa. Saat sudah menginjak usia dewasa, Aji Tatin pun dipersunting oleh salah seorang bangsawan yang berasal dari Kerajaan Kutai Kartanegara.

Sultan Aji Geger pun menerima lamaran tersebut. Akhirnya Aji Tatin pun menikah dengan bangsawan dari Kerajaan Kutai Kartanegara itu.

Pesta pernikahan pun digelar dengan meriah. Sultan Aji Geger pun memberikan hadiah istimewa untuk putrinya tersebut.

Aji Tatin bersama suaminya diberi hadiah sebuah daerah yang berada di perbatasan Paser dan Kutai Kartanegara. Daerah tersebut bernama Tanah Balik.

Akhirnya Aji Tatin dan suaminya pun berkuasa atas daerah tersebut. Mereka pun mengolah berbagai macam hasil alam yang ada di daerah Tanah Balik.

Daerah ini dikenal sebagai penghasil kayu-kayu terbaik di Kalimantan. Mengetahui hal ini, pihak Kerajaan Kutai Kartanegara kemudian meminta bantuan pada Aji Tatin dan suaminya.

Pihak kerajaan meminta bantuan agar Aji Tatin mengirimkan beberapa papan terbaik yang ada di Tanah Balik. Papan tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun istana baru Kerajaan Kutai Kartanegara.

baca juga

Aji Tatin pun menerima permintaan tersebut. Mereka pun mengolah kayu-kayu terbaik yang ada di Tanah Balik hingga menjadi papan dan dikirimkan ke Kutai Kartanegara.

Setelah persiapan yang matang, Aji Tatin pun mengirimkan seribu papan ke Kutai Kartanegara. Papan-papan ini pun diangkut dengan menggunakan kapal.

Pada awalnya, perjalanan menuju Kutai Kartanegara berjalan lancar. Cuaca di lautan pun sangat mendukung proses pengiriman papan tersebut.

Namun ditengah perjalanan, tiba-tiba cuaca berubah dengan drastis. Gelombang tinggi dari Selat Makassar pun menghantam kapal pengirim papan tersebut.

Alhasil kapal yang dikirimkan oleh Aji Tatin pun karam akibat gelombang tinggi tersebut. Papan yang akan dikirimkan pun berserakan di lautan.

Semua awak kapal berusaha menyelamatkan diri. Berkat kuasa Tuhan, beberapa awak kapal berhasil selamat dan terdampar di tepi pantai Tanah Balik.

Pada saat itu, ada beberapa masyarakat Paser Balik yang sedang melakukan sempolo atau bergotong royong di daerah sekitar pantai. Begitu melihat awak kapal yang terdampar, mereka pun langsung menolongnya dengan tulus.

Para awak kapal ini kemudian diberikan makan dari piring yang sama atau satu piring. Dalam bahasa Paser, istilah satu piring ini dikenal dengan nama sepinggan.

baca juga

Sejak saat itu, daerah tempat terdamparnya para awak kapal ini kemudian dikenal dengan nama Sepinggan. Sementara itu barang-barang yang ada di kapal pengirim juga tersebar ke berbagai tempat.

Salah satu barang yang ada di sana adalah tokong atau tongkat galah yang digunakan untuk dayung perahu. Tongkat galah ini terdampar di salah satu pulau yang ada di Teluk Balikpapan. 

Atas kejadian ini, pulau tempat terdamparnya tongkat galah itu dikenal dengan nama Pulau Tokong.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.