Ada sebuah cerita rakyat dari Sulawesi Selatan yang berkisah tentang Tattadu, seekor ulat bulu yang berubah menjadi manusia gagah. Dirinya berhasil melakukan hal tersebut untuk menikahi gadis idamannya.
Bagaimana kisah dari Tattadu tersebut? Simak cerita lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Kisah Tattadu, Seekor Ulat yang Berubah Menjadi Manusia Gagah, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan
Dikutip GNFI dari buku Kumpulan Cerita Legenda dari Tanah Duri, alkisah pada zaman dahulu hiduplah sebuah keluarga yang memiliki tujuh orang anak. Semua anak yang ada di keluarga tersebut merupakan perempuan.
Anak pertama hingga keenam sudah menikah. Mereka memiliki suami yang gagah dan rupawan.
Hanya anak bungsu saja yang belum menikah. Walau begitu, dirinya tidak berkecil hati atas situasi tersebut.
Pada suatu hari, gadis bungsu ini pergi ke sungai untuk mengambil air. Setibanya di sana, dia bertemu dengan seekor Tattadu (ulat).
Tattadu tersebut kemudian menegur gadis bungsu tersebut. Dia bertanya di mana rumah gadis bungsu yang memiliki paras cantik tersebut.
Gadis bungsu menjawab jika rumahnya sangat jauh. Dia pun langsung kembali ke rumahnya dengan cepat.
Hal ini terus berulang kemudian. Ketika gadis bungsu datang untuk mengambil air, Tattadu selalu menegurnya.
Tattadu hanya melakukan hal tersebut pada si gadis bungsu saja, Jika ada orang lain yang datang untuk mengambil air, maka dia hanya akan diam saja.
Pada suatu hari, gadis bungsu kembali mengambil air. Kali ini, Tattadu diam-diam melekat di sarung milik gadis bungsu tersebut.
Akhirnya Tattadu ikut terbawa ke rumah gadis bungsu. Begitu tiba di sana, keenam kakaknya berkata jika ada ulat di sarung gadis bungsu.
Gadis bungsu pun menjawab jika ulat tersebut ingin menikahinya. Mendengarkan jawaban tersebut, keenam kakaknya tentu tertawa, sebab tidak mungkin seorang manusia menikahi seekor binatang.
Mendengarkan hal tersebut, gadis bungsu kemudian meminta Tattadu untuk pergi ke langit ketujuh. Siapa tahu jika dia pergi ke sana, maka Tattadu bisa berubah menjadi seorang manusia.
Tattadu pun mengikuti perkataan gadis bungsu tersebut. Berangkatlah dirinya menuju ke langit ketujuh.
Begitu tiba di sana, Tattadu bertemu dengan seekor kunang-kunang. Dia pun berkata apakah kunang-kunang bisa membantunya untuk berubah menjadi seorang manusia.
Kunang-kunang berkata jika di sana hanya ada cetakan untuk hewan. Jika dia ingin berubah menjadi manusia, maka Tattadu mesti mengikutinya saat turun ke bumi nantinya.
Tattadu mengikuti apa perkataan kunang-kunang. Begitu pagi tiba, kunang-kunang pun turun ke bumi dan menuju tempat yang dia maksud.
Dari belakang Tattadu mengikuti kunang-kunang dengan seksama. Setibanya di sana, kunang-kunang akhirnya memperlihatkan cetakan manusia.
Atas izin Yang Maha Kuasa, Tattadu pun masuk ke dalam cetakan tersebut. Tattadu yang sebelumnya merupakan seekor hewan kemudian berubah menjadi manusia yang gagah perkasa.
Tattadu merasa senang melihat hasil tersebut. Dia pun berterima kasih pada kunang-kunang yang bersedia membantunya.
Dirinya pun bergegas kembali pulang ke rumah gadis bungsu. Setibanya di sana, dia langsung bertemu dengan gadis bungsu yang sudah menunggunya
Gadis bungsu terpana melihat tampilan baru Tattadu. Hal yang sama juga dirasakan oleh keenam kakaknya.
Mereka tidak percaya jika ulat yang menempel di sarung adik bungsunya bisa berubah menjadi lelaki yang gagah perkasa. Mereka pun menarik kembali ejekan yang sudah dilontarkan sebelumnya.
Akhirnya Tattadu pun menikah dengan gadis bungsu. Mereka pun akhirnya hidup bahagia bersama.


